oleh

TERNYATA KEJATI BELUM MENGENDUS KORUPSI WALIKOTA MEDAN

walkot medanwalkot medanwalkot medanAPOSKOTA.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengaku tidak tahu adanya kasus dugaan korupsi yang dilakukan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin padahal masalahnya sudah terpendam 8 tahun.

Eldin diduga melakukan perbuatan tercela ketika menjabat sebgai Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan Tahun 2005, melibas dana Rp14 miliar terkait proyeksi pembelian komputerisasi yang merugikan uang negara.

Kepala Seksi Penerangan Hukum, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Chandra Purnama, saat dikonfirmasi terkait dugaan korupsi kepada Transindonesia.co, Senin (9/6/2014) mengaku belum menangani kasus tersebut.

Terus siapa yang menangani? Pertanyaan itu muncul di tengah warga Medan. Apakah ada yang sengaja memeti eskan. Ataukah memang belum terendus. Untuk itulah penggiat anti koruposi kini gencar mengungkapnya.

Padahal, kasus dugaan korupsi yang melilit Dzulmi Eldin itu telah dilaporkan oleh Aktifis Anti Korupsi Sumut, ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara delapan tahun lalu, dan terakhir pada 9 Mei 20014 dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Padahal, kasus tersebut telah banyak diberitakan media massa dan ketidak tahuan Kejakasaan Tinggi Sumatera Utara itu menjadi pertanyaan bagi masyarakat.

Sebagaimana diberitakan, Hasiolan Siregar dari Aktifis Anti Korupsi Sumut menyatakan, pihaknya telah delapan tahun melaporkan kasus dugaan Dzulmi Eldin ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang sampai saat ini belum juga memeriksanya. Sampai akhirnya dugaan korupsi tersebut dilaporkan Hasiolan Siregar ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Wali Kota-nya saja belum jelas status hukumnya, karena KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak kunjung memeriksa dan menangkapnya. Hal itu jelas sangat berdampak pada pembangunan, lihat saja jalanan semakin rusak parah,” kata Hasiolan saat itu.

Sementara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Muhammad Yusri menyatakan, siap membuka dan menyelesaikan kasus-kasus yang selama ini mengambang.

Muhammad Yusri juga berjanji akan membuka informasi penyidikan yang dilakukan pihaknya agar dapat diketauhi media dan masyarakat.

“Kita akan membuka informasi dan terkait perkembangan perkara yang mengambang akan kita sampaikan transparan,” kata Yusri di Medan. (ti/oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *