oleh

TEKAN PEROKOK PEMDA SUKABUMI TURUNKAN DETEKTIF ANTI ROKOK

ROKOKPOSKOTA.CO – Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat menurunkan puluhan detektif anti rokok yang berasal dari kalangan pelajar SD dan SMP untuk menekan jumlah warga yang kecandua merokok.

“Detektif anti rokok ini bertugas untuk mengintai dan memfoto para pecandu rokok yang merokok di sembarang tempat, selain itu mereka juga menegur para pecandu agar menghentikan kebiasaan buruknya tersebut,” kata Wali Kota Sukabumi M Muraz kepaa Antara, Minggu.

Menurut Muraz di Kota Sukabumi ini jumlah warga yang terpapar asap rokok cukup tinggi, bahkan anak SMP pun sudah ada yang mengisap rokok yang awalnya hanya coba-coba lama kelamaan menjadi pecandu dan ini yang membuat prihatin semua kalangan.

“Dengan menghisap rokok sudah dipastikan akan merusak kesehatan, sebab dalam kandungan asap rokok tersebut ada 4 ribu racun,” katanya.

Lebih lanjut, diharapkan dengan adanya detektif anti rokok ini para pecandu bisa mengurangi bahkan meninggalkan kebiasaan buruk menghisap hasil pembakaran tembakau itu.

Bahkan, untuk menekan angka pecandu rokok pihaknya juga membuat Peraturan Daerah tahun 2013 tentang Kawasan Bebas Rokok dan ditambah dengan adanya detektif ini pecandu bisa malu karena ditegur secara santun oleh anak sekolah baik SD maupun SMP.

“Ke depannya kami pun akan membuat tempat khusus untuk pecandu rokok yang ruangannya seperti di dalam penjara tetapi tidak menggunakan tralis besi dengan tujuan agar pecandu ini bisa mengurangi dan meninggalkan kebiasaan buruknya yang bisa merusak kesehatannya,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rita Nenny mengatakan jumlah detektif anti rokok ini yang secara sukarela mendaftar mencapai 50 pelajar ditambah kaum manula untuk mengkampanyekan Kota Sukabumi merupakan kota bebas asap rokok.

Selain itu, mungkin di Indonesia, detektif anti rokok ini baru ada di Kota Sukabumi adapun tugas utamanya adalah menginformasikan kepada pecandu melalui teguran dan peringatan agar tidak merokok di sembarang tempat dan menghentikan kebiasaannya itu.

Menurut dia detektif anti rokok ini merupakan kegiatan inovatif kami agar generasu penerus tidak terjerat atau kecanduan asap rokok, karena sekali kecanduan sulit untuk menghentikannya, sebab kandungan dalam asap rokok tersebut mengandung nikotin sebagai candu.

Sehingga para pecandu merasakan nikmat asap rokok itu padahal mereka tengah menghirup racun yang bisa membahayakan kesehatannya,” kata Rita. Feru Lantara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *