oleh

SIPIR WANITA PENGANIAYA NAPI BAKAL DIBERI SANKSI

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Fernando Kloer berjanji akan memberikan sanki kepada salah seorang petugas yang melakukan kekerasan terhadap tahanan titipan karena melanggar aturan.

“Kita masih memeriksa dan mengevaluasi atas laporan tahanan titipan Nara Pidana (Napi) yang mengaku dianiaya oleh salah seorang petugas sipir wanita DM beberapa hari lalu,” kata Fernando, Sabtu.

Ia mengatakan, bila perbuatan itu benar terjadi maka akan memberikan sanki terhadap petugas tersebut karena tidak dibenarkan terjadi tindak kekerasan dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Bila ada temuan yang mencurigakan di kamar tahanan wanita Blok Anggrek Lapas tersebut, mestinya dilaporkan ke petugas keamanan Lapas, bukan menghakimi para tahanan titipan itu.

Menurut keterangan DM, katanya saat melakukan razia mendadakan ke kamar tahanan itu ditemukan puntung rokok, namun setelah ditanya tak satu pun tahanan mengakui barang temuan itu.

Sebelum melakukan razia DM mencurigai salah satu kamar tahanan narkotika itu menyimpan barang terlarang seperti sabu dan lainnya, namun setelah dibuka ditemukan puntung rokok dan tidak tahu dari mana rokok itu didapat.

Ia mengakui, sistem pemeriksaan saat tamu berkunjung di Lapas itu terkendala alat pendeteksi, sehingga ada saja barang masuk tanpa terdetiksi di pintu pemeriksaan seperti rokok dan lainnya.

“Saya juga memaklumi kalau ada satu atau dua barang bawaaan keluarga tahanan yang lolos saat berkunjung karena masih minimnya sistem peralatan keamanan yang dimiliki,” ujarnya.

Salah seorang keluarga tahanan yang tak bersedia disebutkan namanya mengaku mendapat laporan dan keluhan dari tiga tahanan wanita yakni Ria ,36, Sur,34, dan Ida,33, bahwa mereka bersama puluha tahanan lainnya mendapat penganiayaan dari salah seorang sipir wanita.

Hal itu diketahui setelah ketiga tahanan itu akan mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Rabu (4/6) mereka mengaku dipukuli dengan benda keras setelah seluruhnya dibariskan dalam lapas itu.

Peritistiwa itu terjadi usai petugas sipir wanita DM melakukan razia mendadak dan ditemukan puntung rokok di toilet kamar yang mereka tempati.

“Kami tidak merima atas penyiksaan itu bila terjadi kesalahan ditindak secara hukuman saja bukan melalui kekerasan,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *