oleh

SEORANG WARTAWAN PERDAYA PENGUSAHA JAYAPURA

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Jean Paul Kabey, korban kasus penipuan miliaran rupiah, mengungkapkan oknum wartawan di Kota Jayapura, Papua, berinisial LDS, menjanjikan proyek jalan Yeti, Ubrub dan Oksibil senilai Rp39,9 miliar untuk tahun anggaran 2014.

“Jadi, LDS tawarkan saya untuk proyek jalan senilai Rp39,9 miliar pada akhir tahun lalu. Hanya saja saya harus siapkan dana untuk memenangkan proyek tersebut,” kata Jean Paul Kabey kepada wartawan di Jayapura, Papua, Rabu.

Pemberian uang kepada LDS, kata Jean, dilakukan secara bertahap melaui SMS Banking, ATM dan uang tuani senilai Rp1 miliar.

“Pada Desember tahun lalu itu saya transfer uang ke rekening LDS sebanyak empat kali dengan jumlah bervariasi. Dan terakhi diawal tahun ini, LDS meminta Rp1 miliar, saya memberikannya dengan harapan proyek jalan yang dijanjikan bisa didapatkan,” katanya.

Namun, proyek jalan dengan dana APBN tersebut diumumkan, lanjut Jean, perusahaannya yang diurus oleh LDS tidak memenangkan tender proyek tersebut, sehingga dirinya menagih janji agar uang sebanyak Rp1 miliar lebih itu dikembalikan.

“Karena sebelumnya kami sudah buat kesepakatan jika proyek tidak dimenangkan, maka uang saya dikembalikan. Saya coba meminta ke LDS tetapi hal ini tidak ditanggapi,” katanya.

Sehingga pada Rabu (21/5) pekan kemarin, kata Kabey, dirinya melaporkan dugaan kasus penipuan itu ke Reskrim Polres Jayapura Kota.

“Saya suruh proses hukum, biar uang tidak kembali, saya tetap proses. Total keseluruhan Rp1,281 miliar. Ini karena LDS tidak koperatif menangani proyek yang ditawarkannya, jadi saya lapor polisi saja, dan pada tanggal 29 Januari kemarin uang Rp 1 miliar di ambil oleh LDS,” katanya.

Jean juga mengatakan jika siang tadi dirinya dipanggil oleh penyidik Reskrim Polres Jayapura Kota untuk meminta ketrangan lebih lanjut terkait dugaan kasus penipuan yang dilakukan oleh LDS yang juga seorang wartawan dan menjabat sebagai Sekertaris PWI Papua.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penipuan milyaran rupiah itu heboh dikalangan wartawan dan media di ibu Kota Provinsi Papua itu, kasus tersebut sudah didalami oleh penyidik Polres Jayapura Kota dengan meminta ketrangan kepada dua orang saksi berinisial S dan T.

“Kasus ini dalam penyelidikan dan masih dalam tahap meminta keterangan kepada sejumlah saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Jayapura Kota, AKP Steyven J Manopo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *