oleh

SATPAM SMPN 15 BOGOR DIIKAT, ISI SEKOLAHAN DIKURAS

Ilustrasi diculik
Ilustrasi diculik

POSKOTA.CO – SMPN 15 Kota Bogor di Bobol maling bersenjata api, seorang satpam di bekap dan diikat. Belum diketahui jumlah kerugian, namun komputer dan sejumlah uang koperasi raib Jutaan rupiah.

Hingga saat ini pihak Polsek Tanahsereal Kota Bogor masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Karena banyak dugaan perampokan murni atas ada unsur lainnya.

SMPN 16 Kota bogor yang terletak di Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sereal kota Bogor memang jauh dari rumah penduduk, dengan tanah dan bangunan yang luas dengan mudah di suspi penjahat. Arso bukan nama sebenarnya mengakui, sekolah ini mudah di masuki penjahat. Karena maling dengan leluasa masuk pada malam hari.

Perampok bersenjata api itu melumpuhkan dua satpam jaga, empat pelaku masuk ke ruangan dan mengondol 12 CPU dari ruang Tata Usaha (TU) dan ruang Laboratorium. Uang tunai puluhan juta yang tersimpan di ruangan Koperasi dan ruang kesenian diambil.

Pelaku beraksi di sekolah yang beralamat di Jalan Baru Kayu Manis, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Rabu (21/05) sekitar pukul 03.00 dinihari.

Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Kasusnya kini ditangani Polsek Tanah Sareal. Dua satpam yang diikat Supriyatna dan Mulyana, dimintai keterangannya.

Satpam yang diikat penjahat itu bermula keduanya mengaku, mereka didatangi empat lelaki tak dikenal dan langsung menodong pistol.
Dibawa ancaman akan ditembak jika melawan, keduanya pasrah saat diikat kedua tangan dan menutup mulut kedua Satpam dengan lakban.

“Dari ruang guru kelas 9, pelaku bawa 12 CPU komputer. Dari ruang TU 6 unit dan 6 unit komputer dari ruang laboratorium,”kata Mulyana.

Sementara dari ruangan koperasi, pelaku menggasak uang puluhan juta yang tersimpan dalam brankas. Sedangkan dari ruang kesenian dan ruang kepala sekolah, pelaku mengambil 1 kyboard, 2 gitar elektronik dan stabilizernya. “Semua barang curian dibawa kabur pelaku ,”papar saksi.

Kejadian baru diketahui sekitar pukul 06.30, siswa dan guru berdatangan ke sekolah.Guru dan siswa kaget, karena kedua Satpam jaga terikat dalam pos serta mulut dilakban.

“Saat lepas ikatan, keduanya cerita kalau sekolah dirampok. Guru lalu melapor ke polisi. Siswa lalu dilarang guru mendekat ke pintu sekolah,”kata Supriyatna.
Kepala SMPN 16 Kota Bogor, Yuliani Triningsih kepada wartawan mengungkapkan, peristiwa ini, merupakan kejadian kedua kalinya. (hais/Yop).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *