oleh

RONALDO BERHARAP DUKUNGAN PUBLIK BRAZIL

Cristiano Ronaldo. (DOK)
Cristiano Ronaldo. (DOK)

POSKOTA.CO — Kapten Portugal Cristiano Ronaldo mengharapkan dukungan publik Brazil untuk negaranya di Piala Dunia, di mana ia berkata mereka berada di grup yang terberat dari delapan grup yang ada.

“Untuk berkompetisi di Piala Dunia yang dilangsungkan di negara yang bersaudara seperti Brazil, merupakan suatu hal yang menarik,” tulis pemain terbaik di dunia itu pada blog untuk situs Sportslobster (www.sportslobster.com).

“Portugal dan Brazil memiliki hubungan sejarah dan kedua menggunakan bahasa yang sama.” “Dengan demikian, saya pikir ini akan menjadi pengalaman yang fantastis dan saya yakin warga Brazil juga akan mendukung kami.” Penyerang Real Madrid itu menderita masalah tendonitis serta cedera paha, dan Portugal sangat membutuhkan dirinya berada dalam kondisi bugar untuk pertandingan pembuka mereka melawan Jerman di Salvador pada 16 Juni.

Lawan mereka lainnya di fase grup adalah Ghana dan AS. “Menurut opini saya, kami memiliki grup terkuat di Piala Dunia, namun kami sebaiknya menjalaninya selangkah demi selangkah,” kata Ronaldo.

“Tujuan kami tentu saja adalah melewati fase grup dan kemudian kita lihat saja.”
“Kami tiba di Brazil dengan harapan, namun kami juga akan meyakinkan bahwa kami tetap menginjak bumi.”

Setelah memenangi final Liga Champions bersama Real pada bulan lalu, Ronaldo sangat ingin bisa mendapatkan trofi utama pertama untuk negaranya, yang secara mengejutkan kalah di final Piala Eropa 2004 dari Yunani.

“Itu merupakan kebanggaan tidak ternilai untuk mewakili dan menjadi kapten tim nasional Portugal,” tambahnya.

“Hal itu mengisi saya dengan kebanggaan, rasa puas, kegembiraan, dan kehormatan, namun itu juga sesuatu yang besar.”

“Ini adalah negara, yang dipertaruhkan dan kami memahami bahwa seluruh negeri – yang diisi oleh sepuluh juta warga Portugal dan hidup mereka yang tinggal di luar negeri – akan mengalihkan pandangan kepada kami.”

“Saya yakinkan bahwa perasaan-perasaan yang ada tidak berubah banyak seiring berjalannya waktu. Saya tetap menggigil, ketika saya mendengarkan lagu kebangsaan.”  (ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *