oleh

RAMPOK BPN KULON PROGO GAGAL MENGGONDOL UANG

Ilustrasi tukang servis AC merampok. (DOK)
Ilustrasi tukang servis AC merampok. (DOK)

POSKOTA.CO – Kepolisian Sektor Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Menyelidiki dugaan perampokan di kantor Badan Pertanahan Nasional Kulon Progo pada Rabu pagi.

Kapolsek Pengasih Kompol Wakidjan di Kulon Progo, Rabu, mengatakan petugas indentifikasi Polres Kulon Progo dan anggota Polsek Pengasih telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Berdasarkan keterangan dari petugas BPN, tidak ada kerugian yang diderita sebab uang yang tersimpan dalam brankas aman dan tidak sempat dibawa kabur pelaku. Kasus ini masih kami selidiki bersama dengan Satreskrim Polres Kulon Progo,” kata Wakidjan.

Dia mengatakan pihaknya belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap sakai karena dalam kondisi ketakutan. Namun, dari keterangan saat olah TKP, pelaku berjumlah tiga orang dan membawa senjata tajam.

“Kami masih menunggu keterangan lebih lanjut dari saksi,” kata dia. Kronologi percobaan peranpokan ini terjadi sekitar 03.30 WIB. Saat itu ada tiga orang pelaku bersenjata tajam jenis golok yang masuk ke dalam kantor.

Kawanan perampok tersebut masuk melalui sisi belakang gedung yang berupa lahan persawahan. Setelah mencongkel jendela, kawanan ini berhasil masuk ke dalam perkantoran yang terletak di Pengasih.

Pada kejadian tersebut, pelaku langsung memperdaya Slamet Riyadi (29) satu-satunya satpam yang tengah berjaga. Dengan todongan golok, pelaku memperdaya korban. Bahkan Slamet sempat diikat kedua
tangan dan kakinya menggunakan tali raffia dan membungkam mulut Slamet dengan lakban.

“Satpam sempat dilumpuhkan dan diikat mulutnya dilakban,” kata Kepala BPN Kulon Progo Muhammad Fadhil. Ia mengatakan pelaku sempat menuju penyimpanan brangkas tempat penyimpanannuang.
Mereka merusak dua brankas, satu brankas kosong dan satunya berisi puluhan juta.

Namun, pelaku tidak membawa kabur uang yang ada di dalam brankas. “Kejadian sudah agak siang, mereka kabur. Dalam brankas ada uang administrasi,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *