oleh

Pria Berekor Dianggap Dewa Monyet

Pria ini dianggap Dewa Monyet karena memiliki ekor. (DAILY MAIL)
Pria ini dianggap Dewa Monyet karena memiliki ekor. (DAILY MAIL)

POSKOTA.CO – Seorang pria bernama Chandre Oraon terlahir dengan karunia yang berbeda. Peria dari Desa Bengal Barat Kota Punjab India itu terlahir dengan buntut sepanjang 36 centimeter yang tumbuh dari punggungnya.

Pria yang berprofesi sebagai pemetik teh ini dianggap sebagai Dewa Monyet. Oleh pengikutnya dan mayakini ia selalu dihormati. Boleh percaya atau tidak para monyet liar pun selalu bersujud pada Chandre Oraon bila bertemu.

“Beberapa orang Hindu melihat ekor sebagai keberuntungan dan percaya itu pertanda dia adalah inkarnasi dari Dewa Monyet yang dikenal sebagai Hanuman,” demikian laporan Barcroft TV, setempat.

BUKAN HADIAH

Namun para ahli mengatakan ‘ekor’ Chandre bukanlah hadiah dari Tuhan, melainkan cacat bawaan sejak lahir. “Meski ia mungkin bisa memanjat pohon, Chandre hanyalah manusia normal yang memiliki cacat bawaan,” tegas petugas medis setempat, Bhushan Chakrabort, kepada The Indian Express seperti yang dikutip Poskota.co

Tetapi istri Chandre, Maino mengatakan sangat sulit baginya menjalani hidup dengan suaminya itu. Tidak mudah menikah dengan ‘Dewa’ yang hidup, sebab dia harus banyak berkompromi.

“Dia tidak terlihat baik. Ibu saya dan ayah saya meninggal ketika saya masih muda. Jadi saudara-saudara saya ingin saya untuk menikah. Jadi saya harus berkompromi dan akhirnya menikah dengannya,” beber Maino.

SEMBUHKAN PENYAKIT

Pengikut yang melakukan perjalanan untuk melihat Chandre di Desa Bengal Barat percaya dia bisa menyembuhkan penyakit dan karena diberkati.

Para ahli kesehatan lain juga mengatakan hal serupa. Menurut mereka, ekor Chandra dikenal dengan sebutan spina bifida, suatu kondisi di mana tulang belakang gagal menutup dengan benar.

Dalam beberapa kasus, keberadaan ekor itu bisa dibuang. Tetapi Chandre menegaskan akan mempertahankannya. Meskipun ia diganggu dan diejek sejak kecil. (djoko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *