oleh

Presiden Terpilih Harus Siap Hadapi MEA

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Presiden terpilih 2014 harus siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, karena siapapun yang terpilih akan langsung ‘dipukul keras’ oleh fakta ketidaksiapan Indonesia berhadapan dengan MEA, khususnya Industri lokal dan ketenagakerjaan.

“Industri lokal kita dipastikan akan kalah bersaing karena ekonomi biaya tinggi. Sehingga produk mereka menjadi tidak kompetitif,” kata Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Dahnil Anzar di Serang, Minggu.

Ia mengatakan tenaga kerja lokal di Indonesia kemampuannya Rendah (under skill), rata-rata pendidikannya, bahkan lebih dari 50 persen tenaga kerja di Indonesia hanya lulusan SD, pertanian juga akan semakin terpuruk karena komoditi pertanian dipastikan kalah bersaing dengan Thailand dan Vietnam.

“Dipastikan komoditi pertanian kedua negara tersebut akan menyerbu pasar kita,” kata Dahnil.

Menurut dia, kemungkinan Indonesia hanya siap pada dua hal yakni pertama, sebagai pasar bagi produk dan komoditi negara-negara Asean lain dan kedua, sebagai penyedia tenaga kerja kasar atau TKI-TKW yang dikirim bekerja di negara-negara Asean lainnya.

Oleh karena itu, Presiden terpilih 2014 memiliki ‘pekerjaan rumah’ yang berat adalah memperbaiki daya saing, terutama variable yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi yakni perbaikan dan pembenahan infrastruktur seperti pelabuhan, listrik, dan jalan raya, kemudian perbaikan masalah kepastian waktu dan biaya perizinan, dan ketiga masalah pemberantasan korupsi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *