oleh

Presiden KAI Janji Perjuangkan Advokat yang Dipersulit Bersidang

POSKOTA.CO

Suasana raker KAI
Suasana raker KAI

– Presiden dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) periode 2014-2019 Kongres Advokat Indonesia (KAI) terpilih, advokat Tjoetjoe Sandjaja Hernanto dan advokat Aprilia Supalianto berjanji akan memperjuangkan aspirasi advokat KAI yang tergabung dalam alumni Ujian Calon Advokat (UCA) ke-1 sampai ke-7 untuk meminimalisir kesulitan beracara di persidangan.

“Kami, pengurus baru, akan mengubah stigma para advokat di sejumlah hakim pengadilan dengan menjalin silaturahim dengan para stakeholder institusi terkait. Insya Allah, amanah ini kami laksanakan dengan baik dan benar. Tolong juga kami diingatkan dan dikoreksi agar tetap lurus,” ujar duet advokat madya tersebut, seusai disahkan sebagai Presiden-Sekjen KAI 2014-2019, di gedung LIPI Jakarta, Selasa (27/5).

Sebelumnya pada Kongres II KAI Putaran I di Palembang 25-27 April 2014, belum menghasilkan Presiden-Sekjen terpilih. Pasalnya, kelima pasangan kandidat belum memperoleh 50%+1 suara. Pasangan H Indra Sahnun Lubis dan Sekjen Apolos meraih 306 suara dari total 680 suara, Sahala Siahaan-Ari Nizam meraih 108 suara.

Adapun pasangan H Tjotjoe Sanjaya Hernanto-Aprilia Supaniyato meraih 151 suara, pasangan Eggi Sudjana-Zakirudin Chaniago meraih 54 suara dan pasangan Partahi Sihombing-Arno Gautama Harjono meraih 18 suara serta 1 suara tidak sah.

Sedang Kongres Putaran kedua di Jakarta, Selasa (27/5), pasangan H Tjotjoe Sanjaya Hernanto-Aprilia Supaniyato mengalahkan Indra Sahnun Lubis berpasangan Apolos Jarabonga dengan perolehan suara 478 melawan 8 suara ISL dan 3 abstain.

Ketua sidang kongres nasional ke-2 KAI putaran ke-2 tahun 2014, advokat Nadjib, mengatakan penetapan tersebut sah secara konstitusional sesuai amanat Kongres ke-2 (putaran ke-1) Palembang. “Yaitu selambatnya 1 bulan setelah Kongres Palembang dilaksanakan kongres putaran ke-2 antara dua kandidat terbanyak di Jakarta,” ujar satu dari sembilan majelis sidang itu.

Dijelaskannya, kongres yang dihadiri advokat senior Adnan Buyung Nasution, Ramdhoni, Amos selaku tim Komisi Penyelamat Organisasi (KPO) KAI, dan Erman Umar, itu diikuti 489 advokat dari 27 perwakilan daerah se-Indonesia.

Sementara revisi undang-undang advokat masih menggantung dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) ranah Komisi I DPR RI periode 2009- September 2014. “Kami memang harus kerja keras memperjuangkan harkat dan martabat advokat KAI, Allahu Akbar,” ujar Presiden Tjoetjoe, yang disambut KAI Jaya. (nur alim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *