oleh

PPLP SULSEL AKOMODIR ATLET KHUSUS TINGKAT SLTA

karatePOSKOTA.CO – Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) cabang olahraga tinju Sulawesi Selatan siap mengakomodir atlet yang lolos Sekolah Khusus Olahragawan/Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SKO/SMANKO) bergabung dalam tim PPLP.

Pelatih PPLP Sulsel, Abdi Amahoru di Makassar, Kamis, mengatakan, akan mengakomodir atlet SKO/SMANKO jika memang dinilai memiliki potensi atau lebih baik dari atlet PPLP yang juga dinyatakan lolos dalam seleksi di GOR Sudiang Makassar, Maret 2014.

“Kita akan memilih yang terbaik. Jika ada atlet SKO/SMANKO yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan atlet yang lolos di PPLP maka kita akan ambil untuk memperkuat Sulsel,” jelasnya.

Untuk 2014, PPLP Sulsel akan kehilangan dua petinju terbaiknya yakni Madari Ageng dan Eric Erianto. Pihaknya juga membuka peluang mengambil tiga petinju yang punya potensi untuk mengganti atlet yang rencana terdegradasi.

Keputusan PPLP, tentu saja denga harapan bisa bersaing, sekaligus mempersembahkan prestasi terbaik pada Kejuaran nasional (kejurnas) antar-PPLP di Ternate, Agustus 2014.

“Meskipun hanya dua kuota yang tersedia namun kemungkinan kita mengambil tiga orang pada seleksi nanti. Namun tentu harus bisa membuktikan bisa mengalahkan petinju yang sudah bergabung di PPLP Sulsel sebelumnya,” katanya.

Pada Kejurnas antar-PPLP 2013 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tim Sulsel harus puas hanya merebut satu medali perak melalui Awandika (54 kg) serta dua medali perunggu masing-masing dipersembahkan Ardiansyah (kelas 42 kg) dan Budi Pratama yang turun di kelas 46 kg.

Hasil ini tentu saja tidak sesuai target yang ditetapkan untuk bisa merebut dua medali emas pada kejuaraan tahunan tersebut.

Hasil yang diraih pada Kejurnas PPLP 2013, mengalami penurunan dibandingkan pelaksnaaan 2012 di Manokwari Papua. Waktu itu tim Sulsel berhasil membawa pulang satu medali emas melalui Madani Ageng.

Sulsel di Kejurnas PPLP menurunkan enam atletnya yakni Madari Ageng kelas 52 kg Youth, Erik Erianto kelas 56 kg, Awandika kelas 54 kg Yunior, Budi Pratama kelas 46 kg, Elmayana kelas 48 Youth Putri, Ardiansya kelas 42 kg Yunior.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *