oleh

POLRES KARAWANG KERAHKAN KEKUATAN TANGKAP PELAKU PERUSAKAN

konflikPOSKOTA.CO – Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengejar pelaku perusakan sejumlah rumah warga beserta Kantor Desa Tamelang yang terjadi pada Selasa.

“Para pelaku perusakan rumah warga dan kantor desa akan kami tangkap. Polres akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk menangkap pelaku perusakan itu,” kata Kapolres Karawang AKBP Daddy Hartadi di Karawang.

Selain mengerahkan seluruh kekuatan dalam menangkap pelaku perusakan tersebut, kapolres juga mengimbau agar pihak keluarga yang anggota keluarganya menjadi pelaku perusakan segera menyerahkan diri secara baik-baik.

Ia mengatakan maksimal dalam waktu sepekan mampu menangkap para pelaku perusakan sejumlah rumah warga dan Kantor Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari. “Kami akan mengungkap peristiwa perusakan itu. Untuk pelakunya diperkirakan lebih dari dua orang,” kata dia.

Pada Selasa sore, ratusan orang bersepeda motor mengamuk hingga merusak sejumlah rumah beserta Kantor Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, Karawang.

Ratusan orang yang diduga berasal dari Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, tersebut secara tiba-tiba melempari rumah warga beserta kantor desa hingga rusak. Selain itu, ada pula dari mereka yang membawa senjata tajam.

Peristiwa tersebut juga mengakibatkan arus lalu lintas jalan arteri Karawang-Cikampek wilayah Tamelang lumpuh selama lebih dari 20 menit.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi perusakan rumah warga dan Kantor Desa Tamelang itu dampak dari peristiwa yang terjadi pada 8 Juni 2014.

Saat itu, terjadi tawuran antara dua geng motor di jalan raya Tamelang yang mengakibatkan seorang meninggal dunia. Seorang meninggal dunia yang bernama Dodi Gunawan itu merupakan warga Dawuan.

Seorang warga setempat, Ahmad Subaja mengatakan, peristiwa penyerangan kantor desa dan rumah warga itu terjadi secara tiba-tiba.

Tanpa dikomandoi, ratusan orang bersepeda motor langsung melempari rumah warga dan kantor desa dengan menggunakan batu. Bahkan, mereka sempat ada berteriak “nyawa dibayar dengan nyawa”. Peristiwa itu membuat warga setempat ketakutan.

“Secara tiba-tiba saja mereka menyerang, dan suasana langsung mencekam. Warung saya juga ikut rusak terkena lemparan batu,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *