oleh

POLISI YANG MENGANIAYA WARGA SAMPAI MATI BAKAL DITINDAK

Polisi tersangkut kasus narkoba disidangkan. (DOK)
Polisi tersangkut kasus narkoba disidangkan. (DOK)

POSKOTA.CO – Juru bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Utoro Saputro mengatakan, akan menindak tegas oknum polisi jika terbukti menganiaya seorang warga Palu hingga meninggal dunia.

“Jika terbukti bisa disanksi pidana atau sidang kode etik,” kata Utoro di Palu, Senin, Saat ini sejumlah polisi yang turut menangkap Ilyas Daeng Ali pada Rabu (4/6) telah dimintai keterangan oleh petugas Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Tengah.

Beberapa jam setelah ditangkap Ilyas Daeng Ali meninggal dunia. Keterangan polisi menyebutkan, lelaki berusia 40 tahun itu tewas karena menderita luka di paha dan kepala akibat terjatuh di got.

Sebelum meninggal, Ilyas Daeng Ali dikabarkan kejang-kejang dan dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

Sementara pihak keluarga menyatakan, Ilyas Daeng Ali selama ini sehat-sehat saja dan tidak memiliki riwayat sakit jantung sehingga kematian itu dinilai janggal.

Ilyas selama ini dikenal sebagai sosok pendiam yang bekerja sebagai tukang parkir di komplek Pertokoan Hasanuddin Palu.

Ilyas juga dikenal sosok yang suka membantu tetangga jika dimintai pertolongan.

Pemuda asal Sulawesi Selatan itu pergi selamanya meninggalkan seorang istri dan dua anak yang umurnya belum mencapai 10 tahun.

Sebelumnya, Kepala Polres Palu AKBP Trisno Rahmadi mengaku siap bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan anak buahnya itu.

Meski saat kejadian, Trisno tidak berada di Palu, dia merasa hal itu merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pemimpin. Bentuk tanggung jawab itu yakni, dia siap dipindahtugaskan sesuai perintah pimpinan. “Apapun perintah pimpinan saya siap laksanakan,” katanya.

Sementara itu, keluarga Ilyas Daeng Ali dan kerabatnya mendatangi kantor polisi dan DPRD Sulawesi Tengah guna meminta tanggungjawab polisi terkait kasus itu. Dalam poster dan spanduk tuntutannya, peserta aksi meminta aparat berwenang mengusut tuntas kasus itu.

Sebelumnya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Sulawesi Tengah juga mengecam keras aksi kekerasan yang mengakibatkan tewasnya seorang warga itu, dan itu menunjukkan polisi tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *