oleh

Polantas Menilang Wanita Pemotor, Tangannya Mampir Ke Dada Diadukan ke Propam

Satuan Patwal tak mengenal lelah mengurai kemacetan
Satuan Patwal tak mengenal lelah mengurai kemacetan

POSKOTA.CO – Polisi menilang kenapa tangannya sampai ke bahu wanita ? Inilah yang menjadi pertanyaan besar. Apa syarat tilang harus pegang bahu? Aiptu Sut, diperiksa Propam Polrestabes Makassar karena disebut-sebut melakukan pelecehan kepada karyawati yang kena tilang.

Bintara tersebut diadukan karena tangannya pegang payudara. Tapi Sut, membantah laporan korban. “Cuma kepegang bahunya,” kilahnya.

Peristiwa itu terjadi di flyover Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Senin (26/5) pada pukul 00.45 WIT. Saat pulang dari tempat kerja RT,21, bersama seorang temannya menggunakan sepeda motor, tidak mengenakan helm. Mereka dicegat pelaku karena tidak mengenakan helm.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Endi Sutendi yang dikonfirmasi wartawan, mengatakan, pelaku sudah diperiksa Propam, tapi hanya mengaku menepuk lengan wanita tersebut. “Kebanarannya akan di cross chek dengan korban,” tandasnya.

Informasi yang diperoleh dari internal kepolisian, pelecehan terhadap RT, yang berprofesi sebagai karyawan Matahari Mall Panakukang, terjadi pada Senin (26/5/2014) malam. Saat itu, korban berboncengan motor bersama rekannya, Beti, dan tidak menggunakan helm.

Motor Mio sporty warna hijau bernomor polisi DD 3396 QY yang kendarai korban pun ditahan oleh Aiptu Sut. Sang polisi pun mengajak korban ke dalam pos. Namun, korban hanya berdiri di jalan.

Setelah itu, Aiptu Sutarno mengancam korban dengan denda tilang. Korban pun mengaku tidak mempunyai uang. Aiptu Sut kemudian meminta tilang “dibayar” dengan cumbu saja.

Aiptu Sut tiba-tiba memegang tangan dan bahu korban yang kemudian meraba-raba dada korban. Korban pun berontak dan langsung menyelamatkan diri dengan menyeberang jalan.

Korban bergegas pulang ke rumah dan memberitahukan kejadian tersebut kepada suaminya, Arman,30,. Selanjutnya, Arman melaporkan pelecehan yang dialami istrinya ke Polrestabes Makassar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *