oleh

Pilpres dan Ramadan Ditandai Langkanya Gas Elpiji 3 Kg

gas-kosongPOSKOTA.CO – Ramadan sebentar lagi. Namun ditandai kelangkaan gas elpiji 3 kg. Dan itu sangat meresahkan warga Depok. “Saya udah nyari gas ini kemana-mana nggak ketemu-ketemu. Kosong katanya. Katanya seh mau naik, jadi ‘sengaja’ ngilang dulu. Brengsek,” keluh Erni, seorang ibu rumah tangga yang bermukim di kawasan Cilodong, Depok.

Ibu Erni benar. Berdasarkan pemantauan POSKOTA.CO ke sejumlah warung di kawasan Depok Timur dan Cilodong, gas elpiji ukuran 3 kg yang paling banyak digunakan para ibu rumah tangga dan para pedagang keliling ini belakangan memang langka.

Menurut sumber POSKOTA.CO, kelangkaan itu dipicu oleh dua hal. Pertama, menjelang pemilihan Presiden, dan kedua bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh antara tanggal 28-29 Juni 2014 ini. “Biasa mas, kalau mau bulan puasa pasti ada aja soal gas ini. Ya, mau dinaikin jadi terpaksa dihilangkan dulu biar orang pada nyari. Kalau nggak ketemu kan harga mahal juga dibeli,” ujar sumber itu.

Sedang soal Pilpres, sumber itu mengatakan bisa jadi menjadi salah satu indikasi kelangkaan gas elpiji. “Bisa aja mas. Pimpinan-pimpinan kita kan lagi sibuk ngurusin pemilihan presiden, jadi ya agak lalai deh ngurusin masalah ekonomi. Ujung-ujungnya para spekulan dan penimbun mengambil kesempatan dalam kesempitan,” paparnya.

Pemilik pangkalan LPG 3 Kg PT Pertamina Legion III Gas Domestik, yang terletak di jalan Masjid Lio RT 003/020, Dian menjelaskan, pasokan gas masih lancar. Namun, pengiriman pasokan gas berkurang mencapai 40 persen atau menjadi 400 tabung per hari.

“Kalau pasokan lancar, cuma terkadang datangnya pagi atau sore. Sebenarnya permintaan banyak, cuma persediaan terbatas. Kita punya 400 tabung dan kita bagi rata. Tiap hari ada antrian dan kita atur sesuai dengan ketentuan,” paparnya.

Sementara Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas Kota Depok, Athar Susanto mengatakan, pasokan gas di Depok kondusif. Ia menjamin tidak ada pemotongan kuota bagi gas elpiji di Depok.
Setiap bulan pasokan gas elpiji sebanyak 75.000. Meski begitu, pihaknya menyadari banyaknya permintaan dan belum terdata secara akurat pelaku usaha mikro.

“Pasokan lancar dan kalau ada indikasi oplosan, maka kita akan beri tindakan tegas. Sebab, ini kan subsidi dan kita selalu bekerja sama dengan pihak kepolisian,” paparnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, Agus Suherman, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak. Selain itu, akan melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan lancarnya persediaan gas elpiji dan potongan kuota.
“Saya akan berkoordinasi dengan semua pihak. Untuk masyarakat, diminta agar tidak panik,” ujarnya. (Hakim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *