oleh

PENGAMAT : TAYANGAN TV KEBERPIHAKAN TAK USAH DITONTON

tayangan tvPOSKOTA.CO – Pengamat komunikasi politik Universitas Diponegoro Semarang Turnomo Rahardjo menilai keberpihakan media bisa diatasi melalui gerakan tidak menonton tayangan televisi yang partisan.

“Gerakan masyarakat tidak menonton tayangan televisi yang bersifat partisan bisa diiniasi oleh berbagai kalangan, mulai dari lembaga swadaya masyarakat, hingga perguruan tinggi,” katanya di Semarang, Sabtu.

Pengajar FISIP Undip itu mengakui keberpihakan media televisi terhadap salah satu kandidat menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 memang mengkhawatirkan karena bisa memengaruhi masyarakat.

Menurut dia, keberpihakan yang ditunjukkan media televisi terhadap salah satu calon presiden dan calon wakil presiden memang tidak bisa dilepaskan dari faktor kepemilikan media yang berada di poros politik berbeda.

“Padahal, media televisi menggunakan spektrum gelombang elektromagnetik dalam bersiaran. Gelombang ini ranah publik sehingga tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sebenarnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang paling berwenang memberikan tindakan bagi media televisi yang melanggar, misalnya bersikap partisan.

Akan tetapi, kata dia, selama ini KPI dan KPID memang tidak memiliki kewenangan cukup untuk menindak sesuai dengan aturan, apalagi aturan-aturan yang ada selalu disiasati oleh media-media yang melakukan pelanggaran.

“Akibatnya, KPI dan KPID tidak bisa berbuat banyak karena kewenangannya juga terbatas. Mereka (KPI dan KPID) sebagai lembaga negara independen kan harus berperan sesuai dengan aturan perundang-undangan,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, kewenangan KPI dan KPID dalam menjalankan tugasnya harus diberikan secara maksimal, termasuk untuk menindak tegas lembaga penyiaran yang melakukan pelanggaran, seperti bersikap partisan.

Di sisi lain, dia mengingatkan masyarakat sebenarnya juga berperan karena selama ini tayangan televisi disiarkan untuk ditonton, salah satunya dengan mengampanyekan gerakan tidak menonton tayangan yang partisan.

“Kalau seluruh masyarakat kompak melakukan sikap yang sama, tentu akan menjadi gebrakan yang luar biasa. Masyarakat sebagai penonton sangat berperan untuk memberi penyadaran media yang partisan,” kata Turnomo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *