oleh

PENGAMAT: ANGGOTA DPRD MALUT CUMA HABISKAN UANG

4-5uangPOSKOTA.CO – Sejumlah pengamat menilai anggota DPRD Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), hanya fokus untuk menghabiskan uang rakyat dan tak diimbangi kinerja pengabdian terhadap masyarakat.

“Mengingat dimasa pengabdian para wakil rakyat yang tinggal beberapa bulan ini agar dipergunakan sebaik-baik mungkin untuk pengabdian terhadap masyarakat dengan sungguh-sungguh bukan hanya menghabiskan APBD dengan melakukan jalan-jalan ke pulau Jawa,” kata salah seorang pengamat politik Malut, Nurbaini H Tomawonge di Ternate, Sabtu.

Ia mengatakan, di masa pengabdian 25 wakil rakyat DPRD Kota Ternate yang tinggal beberapa bulan ini agar betul-betul dan loyal untuk pengabdian terhadap masyarakat sesuai dengan temuan-temuan yang didapatkan pada saat reses agar diselesaikan permasalahan tersebut baik di Kota Ternate, Kecamatan Moti, Hiri maupun batang dua dengan berbagai spesifikasi masalah yang dihadapi.

“Seperti kita lihat saat ini, sesuai dengan hasil reses yang dilakukan anggota DPRD di masing-masing dapil beberapa waktu lalu misalnya di Pulau Batang dua ada terdapat berbagai keluhan masyarakat mulai dari masalah transportasi, jalan maupun distribusi tenaga guru yang tidak merata tersebut agar secepatnya dituntaskan,” ujarnya.

Selain itu, anggota DPRD di masing-masing dapil agar mendorong kepada pemerintah secepatnya menangani permasalahan yang ada misalnya masalah pendidikan di Batang dua dan Moti DPRD harus segera meminta kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Nasional, agar segera menyelesaikan kendala atau masalah pendidikan.

Sementara itu, Astuti N Kilwow SH Direktul LSM Cucucfunei salah satu Lembaga pemerhati perempuan dan anak mengungkapkan, kinerja wakil rakyat saat ini tidak perlu lagi masyarakat mengharapkan mengingat sudah menjadi tradisi para wakil rakyat bukan sebagai penyambung aspirasi masyarakat di parlement.

Tetapi, sebaliknya hanya menghabiskan anggaran daerah dengan jalan-jalan ke luar daerah, tetapi kinerjanya tidak becus setiap dirumuskan berbagai program tidak pernah dijalankan dan diakomodir dengan baik.

Belum lagi, peraturan-peraturan daerah yang digagas oleh DPRD maupun sudah disahkan juga menjadi mubajir dan tidak bermanfaat bagi masyarakat seperti halnya perda HIV/AIDS dan sejumlah perda lainnya juga bukan menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi hanya melahirkan produk perda yang mubajir dan tidak substantive untuk kepentingan masyarakat.

�Dengan demikian, diharapkan kepada wakil rakyat di masa jabatannya yang tinggal beberapa bulan ini agar dipergunakan dengan loyal dan sungguh-sungguh untuk kepentingan dan pengabdian terhadap masyarakat Kota Ternate,� ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *