oleh

PENEMBAK KANIT INTELKAM MASIH DIBURU TIM GABUNGAN

7 ditembak aPOSKOTA.CO – Pelaku penembakan menggunaan senjata api terhadap Kepala Unit Intelkam Polsek Bolo Bripka M Yamin pada Senin (2/6) malam lalu, hingga kini masih menjadi buronan tim gabungan yang dibentuk Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Tim gabungan Polda NTB dan Polres Bima masih bekerja keras di lapangan untuk dapat mengungkap pelaku penembakan yang telah menyerang dan menewaskan seorang anggota Polri itu,” kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Muhammad Suryo Saputro di Mataram, Senin.

Ia menyebutkan, tim yang diterjunkan telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, sehingga diharapkan dapat ditemukan petunjuk tentang ciri-ciri pelaku yang lebih seksama.

“Kami juga sudah mengumpulkan sejumlah bukti di lapangan, dengan harapan pelaku secepatnya dapat diungkap,” ujarnya menjelaskan.

Ditanya mengenai motif penembakan seorang anggota intelkam polisi itu, Suryo enggan berkomentar seraya menjelaskan bahwa semuanya masih dalam penyelidikan intensif oleh tim gabungan yang diterjunkah ke lapangan.

“Tunggu saja, nanti segalanya akan kami jelaskan kepada masyarakat,” ujar Suryo menambahkan.
Brigka M Yasin yang menjabat Kanit Intelkam Polsek Bolo pada 2 Juni lalu sekitar pukul 22.30 Wita ditemukan terkapar berlumuran darah di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Pria berusia 30 tahun itu ditemukan telah meninggal setelah bagian kepala dan perutnya masing-masing mengalami dua luka bekas tembakan senjata api.

Anggota Polri yang saat kejadian itu tidak menggunakan baju dinas, ditembak seusai makan malam di warung, dan hendak pulang ke rumahnya menggunakan sepeda motor.

Sebelum diberondong peluru oleh sekelompok pria yang diperkirakan berjumlah empat orang, polisi itu sempat dihadang agar menghentikan laju kendaraan bermotornya.

Setelah korban jatuh tergeletak di jalanan, kelompok pria misterius itu kabur dengan sepeda motor yang mereka kendarai.

Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara tembakan sebanyak empat kali, diperkirakan bersumber dari empat pria bersenjata, yang hingga kini masih dalam pelacakan aparat kepolisian.

Kasus penembakan terhadap anggota polisi di Bima itu merupakan peristiwa yang kedua kalinya, setelah sebelumnya menimpa Kepala Urusan (Kaur) Satuan Narkoba Polres Kota Bima Ipda Hanafi.

“Sampai sekarang juga belum terungkap pelaku penembakan yang pertama itu (terhadap Hanafi), sehingga dua kasus itu tengah kami usut hingga tuntas,” ujar Suryo.

Suryo mengharapkan semua pihak untuk dapat memberikan informasi seputar sejadian yang telah menewaskan dua anggota Polri tersebut, dan segala info yang nantinya diperoleh akan dijadikan dasar untuk melakukan penyelidikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *