oleh

PEMUDA DAN AKTIVIS HARUS PRAKTEKAN NILAI PANCASILA

PANCASILAPOSKOTA.CO – Sejumlah tokoh pemuda dan aktivis di Sumatera Selatan mengajak seluruh bangsa Indonesia memanfaatkan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2014 sebagai momentum mengingat dan mempraktikkan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi dasar negara itu.

“Dengan mengingat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dalam suasana menjelang Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 bisa membimbing bangsa ini untuk mempraktikkan cara memilih pemimpin terbaik, menjalani kehidupan sosial sesuai nilai-nilai ideologi dasar negara, mencegah tindakan kekerasan, saling menghormati, serta meredam kebencian,” kata Ketua Garda Muda Nasional (GMN) Sumatera Selatan Yudi Farola Bram di Palembang, Minggu.

Ia menjelaskan Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia yang memuat lima prinsip atau asas yang menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat di negara demokratis ini.

Lima asas Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kelima asas tersebut sekarang ini, bahkan terkesan mulai dilupakan, terutama oleh generasi muda yang lahir dan tumbuh besar pada era reformasi sekarang ini.

Banyak generasi muda sekarang ini yang tidak hafal lagi dengan lima asas Pancasila, karena itu melalui momentum peringatan hari lahir Pancasila yang jatuh pada setiap 1 Juni bisa mengingatkan mereka kembali dan menghayatinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara.

“Asas-asas Pancasila tidak boleh dilupakan dalam praktik kehidupan sosial bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, karena tanpa itu sulit untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dan cita-cita para pejuang kemerdekaan,” ujar Yudi.

Sementara itu, salah seorang aktivis perempuan di Palembang, Yeni Roslaini Izi mengatakan dengan mengingat nilai-nilai Pancasila, diharapkan masyarakat dapat lebih mengedepakan sikap saling menghormati antarsesama di negara ini meskipun memiliki pandangan politik dan dukungan berbeda terhadap pasangan calon presiden yang akan dipilih.

Nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi dasar negara ini harus digaungkan kembali melalui momentum peringatan Hari Lahir Pancasila dan dipraktikkan oleh seluruh bangsa Indonesia dalam kehidupannya, ujar aktivis WCC itu.

Dengan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan sosial, ekonomi, suku, agama, dan budaya dalam masyarakat bisa dikelola dengan baik serta menjadi sesuatu aset bangsa untuk menuju negara yang lebih maju dan sejahtera bersama siapapun presiden terpilih baik pasangan Prabowo-Hatta maupun Jokowi-Jusuf Kalla.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *