oleh

ORANGTUA RENGGO SESALKAN SIKAP KPAI

Pusara Renggo
Pusara Renggo

POSKOTA.CO – Orangtua Renggo Kadapi, korban kekerasan di sekolah, Yenni menyesalkan sikap KPAI yang melindungi terduga pelaku SY yang tidak diproses pihak Kepolisian Resort Jakarta Timur.

Yenni belum menerima hasil visum atas kematian putra semata wayangnya dari pihak kepolisian setelah pihak kepolisian membongkar makam Renngo. “Kami belum menerima pak,” kata Yenni kepada POSKOTA.CO. “Saya kecewa, karena saya ingin kasus ini berlanjut.”

Sebelumnya 7 Mai lalu Komisi Perlindungan Anak Indoensia (KPAI) mendatangi Mapolrestro Jakarta Timur terkait kasus Renggo Kadapi, bocah kelas V SDN 09 Pagi Makasar, Jakarta Timur, yang tewas dianiaya kakak kelasnya, SY. Komisi ingin memastikan agar aspek hukum berjalan sesuai dengan perlindungan anak.

Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, kedatangannya menemui Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Mulyadi Kaharni untuk memastikan, agar pihak kepolisian dapat menjaga mentalitas SY sebagai terduga pelaku. Sebab, kata dia, SY belum berusia 12 tahun dan menurut undang-undang anak itu tidak bisa diproses hukum. Data dari pihak sekolah sebelumnya menyebut SY berumur 13 tahun.

“Yang pasti poinnya kekerasan terhadap anak tentu tidak dibenarkan. Akan tetapi begitu terjadi kematian anak di bawah umur diduga melakukan tindak kekerasan dilakukan anak juga tentu ada perlakuan khusus untuk kepentingan pemulihan,” kata Asrorun, di Mapolres Jakarta Timur,

Asrorun mengatakan, pihaknya dalam hal ini hanya memfasilitasi dan memastikan semua hal berjalan sesuai aturan. Sementara untuk penyelesaian kasus ini, kata dia, jelas harus dilakukan di luar hukum formal.

“Bentuk pertanggungjawaban orang tua terhadap anak dalam kasus ini bisa bermacam-macam. Bisa saja bentuk pertanggungjawaban orangtua berupa kompensasi, lalu upaya perdamaian atau pemaafan,” jelas Asrorun.

Sementara itu Yenni keberatan atas permintaan KPAI. Ia ingin SY dan kedua temannya ini tetap diproses secara hukum. Karena ia tidak bisa menerima terduga pelaku masih bisa berkeliaran dengan bebas. (hais).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *