oleh

MS KABAN MULAI GELISAH SEL KPK MENANTIKAN

23 kabanPOSKOTA.CO – MS Kaban, mantan menteri Kehutanan yang hadir menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan menepis tudingan pernah minta bantuan lift kepada Anggoro.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkapkan, beberapa hal yang tertuang dalam dakwaan terdakwa Bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo.

Kaban pernah meminta bantuan kepada Anggoro untuk membelikan lift. Permintaan bantuan itu terjadi pada pertengahan Maret 2008 di Rumah Dinas Menhut kawasan Jalan Denpasar, Jakarta Selatan.

Selain Anggoro dan Kaban, pertemuan itu juga dihadiri Ketua Umum Dewan Dakwah Indonesia, Syuhada Bahri. Mendengar tuntutan jaksa Kaban mengelak telah meminta bantuan lift kepada Anggoro. “Tidak pernah,”? kata Kaban di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta, Rabu (28/5/2014).

Kaban membantah mengetahui adanya pemberian bantuan lift dari Anggoro untuk di Gedung Dakwah Partai Bulan Bintang. “Tidak tahu,” ujar Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

Kaban mengaku, setiap kali datang ke Gedung Dakwah PBB yang terletak di bilangan Jakarta Pusat itu, hanya melakukan halal-bihalal semata. Seingatnya, terakhir ke sana pada 2013 lalu.

Kaban juga mengaku tidak tahu, saat kedatangan terakhir kalinya di Gedung Dakwah itu sudah ada lift atau belum. “Saya selalu menggunakan tangga,” tepis Kaban.

Kini Kaban mulai gelisah, meski belum dinyatakan sebagai tersangka masih pada kapasitas saksi. Namun, kegelisahan Kaban mendasar karena tak menutup kemungkinan ia pun terseret dalam kasus yang diduga merugikan rakyat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *