oleh

MILIKI SENJATA API ILEGAL, PEGAWAI DISHUB DITANGKAP

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Kepolisian Daerah Provinsi Riau menangkap pegawai Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, DAD (23), karena memiliki senjata api replika jenis air soft gun tanpa dokumen sah (ilegal).

Menurut laporan kepolisian yang diterima pers pada Senin, pelaku diamankan pada Sabtu (24/5) setelah anggota Reserse Narkoba Polda Riau mendapatkan laporan masyarakat.

“Saat itu pelaku kemudian diamankan ke Ditresnarkoba Polda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo.

Kepolisian Daerah Provinsi Riau menyatakan akan menyelidiki peredaran senjata api merupakan replika jenis airsoft gun yang biasa digunakan oleh kawanan perampok untuk mengancam korbannya.

“Yang jelas kepemilikan senjata jenis ini juga harus ada izinnya. Tidak boleh sembarangan diedarkan,” kata Guntur.

Peredaran senjata api jenis ini dikabarkan marak di Provinsi Riau, bahkan pelaku penjualnya kerap mengiklankan barang dagangannya itu di koran-koran daerah hingga membuat siapa saja bisa memiliki senjata api yang merupakan replika tersebut.

Senjata jenis airsoft gun menurut hasil penelusuran terbagi dalam beberapa jenis dan memiliki fungsi yang nyaris sama.

Airsoft pring adalah salah satunya yang adaptasi dari pistol jenis mainan namun memiliki peluru yang dapat dilepaskan hingga melukai makhluk hidup.

Kemudian ada juga jenis airsoft gas yang menggunakan gas untuk menghembuskan gas jenis freon (HFC 134/R22) dan langsung akan meniupkan peluru yang ada di dalamnya.

Kelebihan jenis ini adalah efek hentakan (recoil) atau “blowback” yang ditimbulkannya menghasilkan sensasi yang tersendiri dibandingkan jenis lainnya dan cukup kuat untuk mengancam korban.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *