oleh

MELAWAN SAAT DITANGKAP, RAMPOK DITEMBAK KAKINYA

25 bandit didor APOSKOTA.CO – Petugas Kepolisian Resor Kota Medan menembak pelaku perampokan, MR,42, warga Kelurahan Percut Sei Tuan, karena mencoba melawan pihak berwajib, ketika akan diringkus.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Jean Calvijn Simanjuntak di Medan, Kamis, mengatakan peristiwa perampokan terhadap korban Emayana Br Manurung terjadi belum lama ini di Jalan Mojopahit di depan Rumah Makan Garuda.

Tersangka yang ditangkap pihak berwajib itu, menurut dia, residivis kambuhan dan laporannya sudah ada di Polsek Percut.

Bahkan, ketika diamankan, tersangka mencoba melawan petugas dengan cara hendak membacok, kemudian, personel kepolisian berusaha menenangkan MR, namun tidak juga ditanggapi.

“Karena tersangka mengancam keselamatana dan nyawa pihak berwajib, petugas terpaksa melumpuhkannya dengan timah panas,” ucap Calvijn.

Dia menyebutkan, setelah dilakukan pengembangan , ternyata laporan Polisi terkait tersangka sudah ada tiga di Polsek Percut terkait Curanmor dan Curas.

“Laporan kejahatan terkait tesangka sudah dikumpulkan, dan kita akan dalami lagi, kemungkinan ada terlibat kasus lainnya,” kata mantan Kapolsek Medan Baru itu.

Informasi diperoleh menyebutan, aksi perampokan itu bermula, korban Emayana br Manurung bersama adiknya Yohana Manurung yang menggunakan sepeda motor Revo melintas di Jalan Mojopahit Medan.

Namun, kemudian secara tiba-tiba dari arah samping kanan datang pelaku MR mengendarai sepeda motor Mio BK 2803 ACF, langsung merampas tas sandang korban dan terus melarikan diri.

Korban berteriak maling, dan kebetulan saat itu sedang terjadi kemacetan arus lalu lintas di Jalan Suparman Medan. Adik korban, Yana melihat situasi tersebut menendang ban sepeda motor tersangka, sehingga MR terjatuh dan diamankan masyarakat.

Beberapa menit kemudian, patroli Sat Reskrim melintas dan mengamankan MR. Namun, ketika hendak diboyong ke Mapolresta Medan, mencoba melawan petugas dengan mengeluarkan golok dan menyerang petugas.

Melihat hal itu, petugas langsung mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, tapi tidak digubris tersangka yang memilih lari, akhirnya petugas melumpuhkannya dengan menembak paha kiri tersangka.

Kemudian tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *