oleh

Kepala Desa Dihajar Warga Hingga Retak Kepalanya

ilustrasi dihajar massa
ilustrasi dihajar massa

POSKOTA.CO – Akmal, kepala desa di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, yang menghajar warga dan balik dikeroyok massa terkait kecelakaan lalu lintas, mengalami retak tengkorak kepala serta menjalani perawatan di rumah sakit di Pekanbaru.

“Kasusnya tetap berjalan, sementara kades itu masih menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tampan, Kompol Suparman kepada Antara melalui telepon, Minggu siang.

Akmal sebelumnya mengalami babak belur setelah dihajar massa yang marah akibat ulahnya yang bertindak arogan degan memukuli seorang warga yang jadi korban kecelakaan lalu lintas di Kota Pekanbaru.

“Awalnya dia mengaku anggota kepolisian, tapi setelah diinterogasi ternyata yang bersangkutan hanya kepala desa,” kata Suparman.

Informasi warga menyebutkan, kasus tersebut bermula saat mobil jenis Toyota Avanza yang dikendarai Akmal bertabrakan dengan sepeda motor di Jalan HR Subrantas, Pekanbaru, pada malam sekitar pukul 23.30 WIB pekan lalu.

“Bukan menolong pengendara motor yang ditabraknya, dia (Akmal) yang berbadan tinggi besar justru memukuli korban di depan umum,” kata saksi.

Ketika itu, demikian saksi, sejumlah warga sekitar berusaha untuk melerai perkelahian, namun pelaku malah balik mengancam dengan mengaku-ngaku sebagai anggota kepolisian.

“Waktu itu dia memang tidak bawa pistol, tapi mengancam warga; ‘nanti saya tembak’,” kata saksi menirukan pernyataan pelaku.

Namun warga yang telanjur emosi, kata dia, kemudian mengambil tindakan dengan menyerang pelaku, sementara korban tabrakan yang dihajar Akmal dilarikan oleh warga ke rumah sakit terdekat.

Sejumlah warga kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian yang akhirnya menahan palaku di Mapolsek Tampan.

“Kami sempat menahan yang bersangkutan selama satu kali 24 jam sebelum akhirnya kami rujuk ke rumah sakit swasta untuk menjalani perawatan. Ternyata kepalanya itu retak mungkin terkena hantaman benda tumpul,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *