oleh

KEBEJADAN DUKUN CABUL HARUS DITEBUS DALAM BUI

BANDIONO SUKA ABG
BANDIONO SUKA ABG
POSKOTA.CO – Siapa menabur pasti menuai, siapa menanam pasti memetik. Itulah Bandiono,52, asal Jember yang buka praktik perdukunan. Ulahnya bukan menolong pasien justru melahap para pasiennya yang rata-rata masih berstatus pelajar.

Dalam sidang perdana di PN Surabaya, Selasa (3/6/2014) tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilhelmina Manuhutu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Bandiono ditangkap petugas Polrestabes Surabaya di tempatnya praktik, pada awal Maret lalu, setelah menerima laporan dari banyak pasiennya yang semuanya pelajar.

Sedikitnya 30 siswi SMP dan SMA mengaku telah dicabuli oleh dukun yang akrab disapa Pak De Bandiono ini.

Kasipidum Kejari Surabaya Judhy Ismono menyebutkan, para pelajar itu semula mendatangi Pak De Bandiono dengan maksud mengadu berbagai masalah, mulai dari sering bertengkar dengan pacar, putus cinta, hingga minta jampi-jampi agar bisa mendapatkan pacar idamannya.

Pak De Bandiono lantas merayu. “Apa gak sekalian ingin terlihat cantik?”. Siapa yang tidak mau. Tak peduli prosedurnya harus telanjang.

Pak De Bandiono meyakinkan hal itu demi membuka auranya. Tanpa pikir panjang para pasiennya yang masih anak-anak itu langsung menanggalkan pakaian.

Saat itulah Pak De Bandiono berkesempatan melampiaskan birahi. Payudara pasiennya yang masih di bawah umur digerayangi. Agar tidak kentara, Pak De melakukannya dengan pura-pura membuburi minyak. Mulutnya komat-kamit seolah baca jampa-jampi. Lalu dimandikan pakai air kembang.

Sejumlah pasien mengaku kemaluannya diobok-obok. “Ada sebagian korban yang disetubuhi. Beberapa korban lainnya mengaku tidak sampai disetubuhi. Tapi sempat ditelanjangi. Itu sudah pencabulan,” ujar Judhy.

Atas perbuatannya itu, Pak De Bandiono dijerat Pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya. (BERTIM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *