oleh

KASUS KECELAKAAN DI JAYAPURA AKIBAT TENGGAK MIRAS

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Kapolres Jayapura Kota AKBP Alfred Papare mengatakan sebanyak 20 korban kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya tewas karena pengaruh minuman keras atau mabuk alkohol.

“Pada triwulan pertama tahun 2014 ini, sebanyak 20 orang tewas dalam kecelakaan berlalu lintas karena dipengaruhi minuman keras atau mabuk alkohol,” kata Kapolres Jayapura Kota AKBP Alfred Papare kepada wartawan di Jayapura, Papua, Selasa.

Berkaca pada kasus itu, mantan Kapolres Kabupaten Kepulauan Yapen itu sampaikan bahwa warga masyarakat pengguna lalu lintas harus lebih jeli dan mawas diri, tidak boleh berkendara jika dalam keadaan mabuk alkohol.

“Masyarakat juga harus berhati-hati dalam berlalu lintas, perhatikan kelengkapan dan kelayakan kendaraan yang akan digunakan. Terutama yang menjadi supir atau yang membawa kendaraan, kondisi harus fit, tidak mabuk alkohol karena bisa membahayakan diri dan orang lain,” katanya.

Saat ini, kata Kapolres Alfred, sedang berlangsungnya Operasi Simpatik yang sudah dimulai sejak 19 Mei 2014 lalu hingga awal Juni. “Operasi Simpatik ini dibagi dalam tiga bagian yakni 40 persen tindakan preemptif, 40 persen tindakan preventif dan 20 persen untuk tindakan represif atau penegakkan hukum,” katanya.

Dalam operasi yang sudah berlangsung sepekan itu, kata Kapolres, banyak ditemukan warga masyarakat yang belum sadar berlalu lintas yang baik dan benar. Contoh, dalam operasi yang digelar di sejumlah titik di Kota Jayapura ditemui warga yang tidak gunakan helm terutama yang dibonceng. “Kami hentikan dan meminta kepada pengendara atau yang dibonceng untuk membeli helm,” katanya.

Sementara pengendara yang ditemukan menggunakan knalpot racing, diminta untuk diganti dengan knalpot standar. “Tetapi jika ada sudah berulang kali diperingatkan tetapi selalu ditemui melanggar kami langsung diterapkan tindakan penegakkan hukum, atau diberi surat tilang. Untuk itu pemilik kendaraan diimbau untuk mentaati peraturan berlalu lintas. Lengkapi kendaraan bermotor,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *