oleh

JUMLAH PEKERJA ANAK-ANAK DI CIANJUR TERUS MENINGKAT

anak bengalPOSKOTA.CO – Jumlah pekerja anak di Cianjur, Jabar, setiap tahunnya terus meningkat, pada bulan Mei jumlah mereka mencapai 283 orang dari sebelumnya 200 orang, kata Kabid Advokasi dan Penanganan Kasus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Cianjur, Lidya Indayani Umar, Minggu.

Dia mengatakan, kondisi sejumlah pekerja anak di Cianjur, cukup memprihatinkan. “Selain menjadi korban eksploitasi, mereka kerap menjadi korban kekerasan. Mereka ini bekerja di tengah keramaian dan pasti mengalami dan menjadi korban kekerasan,” katanya.

Menurut dia, pekerja anak tersebut dijadikan tulang punggung untuk menghidupi keluarganya karena dianggap lebih dikasihani ketimbang pekerja dewasa, sehingga penghasilannya lebih besar dan mencukupi.

“Dari hasil bekerja itu, uangnya langsung diambil orangtua mereka. Rata-rata mereka bekerja dari pagi hari sampai sore menjelang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pekerja anak ini bekerja di beberapa tempat seperti pasar tradisional yang ada di Cianjur, Cipanas, Pasar Muka, Pasar Bojongmeron, Pasar Induk Cianjur (PIC) dan ada pula yang bekerja di lingkungan Terminal Rawabango dan Terminal Pasir Hayam.

“Mereka bekerja bervariatif, ada yang berprofesi sebagai pengamen, asongan, pedagang kresek dan ada pula tukang angkut barang,” ucapnya.

Pekerjaan tersebut, masuk kategori dalam undang-undang tentang pekerjaan terburuk yang sesuai dengan konvensi ILO No 182 tentang pekerjaan terburuk bagi anak. Sebab, tambah dia, anak rentan tertular penyakit ketika berada di lingkungan yang kurang bersih.

“Selain itu anak berisiko mengalami kecelakaan ketika mengamen dengan naik dan turun kendaraan umum, serta mengangkut barang dengan bobot yang melebihi batas,” ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan, terdapat pekerja anak yang bekerja di tempat lain jika melihat informasi di lapangan. Panti pijat misalnya, yang sangat dimungkinkan menggunakan jasa pekerja anak untuk melayani pelanggannya.

“Namun untuk mengetahui hal tersebut perlu koordinasi dengan pihak terkait. Kami khawatir ada yang berkedok panti pijat tapi ternyata plus-plus, dalam waktu dekat ini kami akan melakukan razia,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *