oleh

JK: KETEGASAN ITU MAMPU MENGAMBIL KEPUTUSAN CEPAT

hasyim-jkPOSKOTA.CO – Calon Wakil Presiden Yusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa ketegasan itu berarti mampu melakukan tugas dan mengambil keputusan dengan cepat dalam situasi dan kondisi apa pun.

“Ketegasan berarti mampu melakukan tugas dan mengambil keputusan dalam situasi apa pun. Tegas itu, bukan berarti kekerasan dan tidak main pukul,” kata Jusuf Kalla di Pekanbaru, Sabtu.

Pernyataan tersebut disampaikannnya di depan seluruh massa tim pemenangan dan kelompok-kelompok relawan Riau di kantor sekretariat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem provinsi setempat yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru.

Lebih lanjut, ia mengatakan ketegasan harus dilakukan dengan dialog dan berbicara langsung dengan rakyat dan tidak dibalik meja. “Alhamdulillah saya di Papua dan Aceh serta daerah lain, telah berpengalaman bagaimana tegas dalam mengambil keputusan itu,” ujarnya.

Ketegasan tercermin dari karakter seseorang yang memiliki inisiatif dalam menyelesaikan masalah. Untuk itulah, kata dia, revolusi mental dilakukan agar semua rakyat berinisiatif.

“Dengan revolusi mental, semangat dan kekuatan itu dari bawah dan hal itulah yang akan membawa kemajuan,” lanjutnya.

Selain soal ketegasan, ia juga menanggapi pertanyaan masyarakat kenapa Jokowi itu bicaranya pendek. Ia mengatakan bahwa orang yang bicara pendek kerjanya panjang.

“Kalau orang banyak bicara dan panjang, kerjanya pendek kadang-kadang,” cetusnya diiringi oleh sorakan massa partai koalisi dan relawan Oleh karena itu, katanya, dibutuhkan kerja tim kampanye dan relawan untuk meyakinkan masyarakat agar tujuan nasional dengan dipimpin oleh orang yang bekerja banyak akan tercapai.

Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Jk Provinsi Riau, Suryadi Khusaini mengimbau masyarakat Riau agar tidak gampang terprovokasi.

“Kita harus bisa membedakan mana yang kasar, mana yang sadis dan mana yang tegas. Meskipun Pak Jokowi kerempeng dan Pak JK kecil, tapi mereka tegas. Kita jangan terpengaruh ‘casing-nya’, tapi isinya,” serunya.

Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *