oleh

Intel Kejaksaan Menangkap PNS “Cuci Uang”

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Seorang Pegawai Negeri Sipil, Buyung Abdul Munaf Rosna, tertangkap tangan Intel Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur karena dugaan melakukan pencucian uang dan tindak pidana korupsi, Jumat dini hari.

“Penangkapan kita lakukan di sebuah rumah di kawasan Kelurahan Oepura, jalan Vetor Foenay, Jumat sekitar pukul 00.30 Wita,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur Mangihut Sinaga, melalui Kepala Seksi Humas dan Penerangan Hukum Ridwan Angsar, di gedung Kejati NTT, Jumat.

Ridwan mengatakan, penangkapan itu dilakukan setelah mendapatkan laporan warga setempat, ketika tersangka hendak mendatangi sebuah rumah, tempat penyimpanan kendaraannya.

“Penyergapan kita lakukan tanpa perlawanan,” kata Ridwan.

Dalam penyergapan tersebut, kata Ridwan, sempat disita sejumlah barang bukti, berupa, sebuah mobil isuzu berwarna hitam, dengan nomor polisi DH 9047 AC yang berisi uang Rp300 juta, pecahan Rp100 ribu, dikemas dalam tiga bal ikatan, serta dua buah motor.

Menurut Ridwan, tersangka Buyung yang adalah Kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa pada Politeknik Negeri Kupang itu, dikenakan pasal 12 huruf (i), undang-undang korupsi.

Modus operandi yang dilakukan tersangka, lanjut Ridwan, dengan mengerjakan sejumlah proyek, menggunakan bendera pihak lain. “Tersangka ini PNS, namun kerja proyek dengan meminjam bendera pihak lain,” kata Ridwan.

Kuat dugaan, uang hasil kerja proyek tersebut, digunakan untuk membeli sejumlah kendaraan bermotor, roda dua maupun empat serta rumah dan pembuatan tempat kos-kosan.

“Kita punya informasi lain, tersangka yang saat ini menduduki golongan III-d itu memiliki 12 mobil dan tujuh rumah serta unit kos-kosan. Kita segera lakukan penyitaan semua barang hasil pencucian uang tersebut,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *