oleh

INDONESIA BUTUH PRESIDEN PEMBERANTAS KORUPSI

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Malang Corruption Watch (MCW) menyatakan Indonesia membutuhkan presiden yang berani melakukan pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Siapapun yang terpilih menjadi orang nomor satu di Tanah Air lima tahun ke depan harus berani memberantas korupsi karena tingkat korupsi di negeri ini sangat parah, baik di daerah maupun pusat,” tegas Divisi Korupsi Politik MCW M Taher Bugis di sela-sela unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Rabu.

Ia mengemukakan temuan Transparansi Internasional pada tahun 2013 disebutkan Indeks Korupsi di Indonesia pada tahun itu menempati peringkat ke-114 dari 177 negara, sementara negara tetangga, yakni Singapura masih di bawah Indonesia dengan peringkat ke-86.

Dari temuan Transparansi Internasional tersebut, ujarnya, menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan presiden yang mampu melakukan manuver-manuver dalam pemberantasan korupsi.

Selain berorasi, puluhan warga dan aktivis MCW tersebut juga menggelar teaterikal yang mengajak semua pihak untuk menciptakan iklim yang jujur dan adil serta tanpa kampanye hitam dalam pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli nanti.

Untuk mewujudkan Pilpres yang adil dan jujur serta berintegritas itu, penyelenggara pemilu harus netral, pengawas pemilu juga harus lebih jeli dalam melakukan pengawasan. Jika penyelenggara pemilu bisa bersikap netral, pemilu yang jujur dan adil pasti bisa terwujud.

Dalam aksinya itu puluhan warga dan aktivus MCW juga membawa poster beryliskan “Stop Kampanye Gelap”,”KPU Wajib Tegas Netral”, dan “Tolak Politikus Pilpres”. “Kalau penyelenggara pemilu, tim sukses maupun simpatisam masing-masing calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres), saya yakin hasilnya pasti akan baik dan berkah,” ujarnya.

Pilpres 2014 diikuti dua pasangan capres-cawapres, yakni pasangan nomor urut 1 Prabowo Soebianto-Hatta Radjasa yang diusung Partai Gerindra, Golkar, PAN, PKS, dan PPP, sedangkan pasangan nomor urut 2 adalah Joko Widodo-Jusuf Kalla yang diusung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, dan PKPI.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *