oleh

GREENPEACE INGATKAN ANTISIPASI KEBAKARAN HUTAN

rokokPOSKOTA.CO – Organisasi lingkungan Greenpeace meminta pemerintah Indonesia mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan yang lebih parah akibat dampak kemungkinan adanya potensi El Nino.

“El Nino bisa memperparah dan memperpanjang periode kebakaran,” kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara Yuyun Indradi saat jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Tahun ini diperkirakan menjadi tahun El Nino yang ditandai dengan kondisi kekeringan yang panjang terjadi di Indonesia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melihat kemungkinan terjadinya El Nino dari pemanasan yang mulai terjadi di perairan Pasifik. Pada awal April, BMKG memprediksi El Nino terjadi pada Juni-Juli mendatang yang bisa menyebabkan terjadi kekeringan, gagal panen sampai kebakaran lahan.

Menurut Yuyun apabila terjadi El Nino maka kebakaran dapat melampaui dampak yang terjadi dari kebakaran tahun lalu. Ditambah lagi kebakaran hutan yang biasanya terjadi pada Mei-Juni, tahun ini menjadi lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya yakni berlangsung pada Februari-Maret 2014.

Ia menjelaskan dampak kebakaran bahkan bisa lebih parah dari tahun El Nino 1997. Pembakaran yang luas lahan gambut dan vegetasi pada tahun El Nino 1997, dilepaskan sejumlah 0.81 dan 2.57GtC, setara dengan 13-40 persen emisi gas karbon dunia dari bahan bakar fosil.

“Kalau kita nggak bersiap, maka kejadian seperti tahun 1997 bisa terulang. Dengan adanya El Nino kebakaran bisa tambah panjang lagi, dampaknya bisa seluruh Indonesia,” ujarnya.

Yuyun mengatakan melindungi gambut kaya karbon Indonesia adalah kunci untuk mengurangi kerugian kebakaran hutan yang bertanggungjawab atas gelombang panas.

Berdasarkan analisis peta terbaru dari Greenpeace menunjukkan bahwa kebakaran lima kali lebih banyak terjadi di gambut dimana 75 persen titik api di gambut berada di Provinsi Riau saja sedankan selebihnya terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Aceh.

Namun menurut Yuyun belum ada perlindungan hukum yang cukup atas seluruh gambut dan hutan.

“Tuntutan kita kepada pemerintah untuk mengeluarkan regulasi perlindungan gambut. Selama ini peneringan lahan gambut dilakukan perusahaan yang berizin artinya memang dibolehkan jadi kalau kita mau antisipasi kebakaran hutan harus mengentikan pengeringan gambut,” jelas Yuyun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *