oleh

FAHMI: DUKUNG PRABOWO-HATTA DERAJAT ICAL TURUN

Aburizal Bakrie
Aburizal Bakrie

POSKOTA.CO – Fahmi Idris menilai derajat Aburizal Bakrie yang akrab disapa Ical menurun karena tak dapat membina kader muda. “Bahkan para kader itu ki ni mendukung pasangan Jokowi-Jk,” ungkap tokos senior Golkar yang juga angkatan 66, Jumat malam.

Pernyataan Fahmi itu menyusul adanya sejumlah kader Golkar yang dimotori kader muda untuk mendukung pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014. Keputusan tersebut berbeda dengan keputusan DPP Golkar melalui ketua umumnya, Ical yang mendukung pencalonan Prabowo-Hatta.

Menurut Fahmi, usai deklarasi Relawan Hijau Hitam Nusantara Pro Joko Widodo dan Jusuf Kalla, perbedaan pendapat juga pernah terjadi di tubuh Golkar dalam Pemilu 2004 saat kader Golkar terpisah menjadi dua kubu, yakni yang pro-Megawati dan pro-Jusuf Kalla. “Tapi, kala itu berantem-nya sama orang-orang yang setara. Kalau sekarang Ical dengan anak-anak muda,” kata Fahmi.

Fahmi sendiri merupakan satu dari sejumlah kader Golkar yang tidak mengikuti instruksi DPP Golkar melalui Ketua Umum Aburizal Bakrie untuk mendukung Prabowo-Hatta. Dia menyebut kader Golkar yang saat ini mendukung Jokowi-JK adalah kader kunci yang dimotori kader muda Golkar.

Keputusan kader-kader ini mendukung Jokowi-JK, kata Fahmi, telah membuat DPP Golkar risau, karena kader-kader itu sangat potensial membawa gerbong kereta Golkar yang cukup panjang.

“Kader-kader Golkar ini (yang mendukung Jokowi-JK) akan membawa kereta yang sangat panjang, DPP sangat tahu itu makanya mereka marah sekali waktu tahu kami mendukung pak JK,” ujar Fahmi.

Lebih jauh, dia mengatakan Prabowo pernah menyampaikan bahwa Golkar penentu kemenangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014, namun menurutnya, Prabowo tidak tahu peta suara akar rumput Golkar.

“Dia tidak tahu akar rumput Golkar. Saya sudah lama berkecimpung di Golkar sangat tahu bagaimana memenangkan medan-medan basis massa Golkar di daerah,” kata Fahmi.

Sementara itu terkait keputusan Fraksi Partai Golkar merotasi sejumlah kader di DPR yang kedapatan mendukung pasangan Jokowi-JK, Fahmi selaku senior menyesalkan karena rotasi itu dinilai hanya akan merendahkan wibawa DPP Golkar saja.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *