oleh

Emon Mencatat Nama Korbannya Pada Buku Pribadinya

POSKOTA.CO – Emon, penyodomi anak sekampung selalu menulis nama korban untuk dikenangnya dikala ia dalam kesendirian di rumahnya. Dengan membaca daftar nama, remaja yang suka sesama jenis itu membayangkan bagaimana ia melakukan pemaksaan terhadap para korban yang rata-rata masih bocah.

Pengakuan Emon, diungkapkan pada Erlinda, Seketaris Jendral Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Emon, ingat semua nama korban satu per satu dan nama tersebut dibukukan pada buku pribadinya. “Bagaiamana fantasinya, si anak kesakitan dia ingat,” tandasnya.

Erlinda mengatakan tersangka bisa dikatakan merupakan orang yang cerdas bahkan daya ingatnya cukup kuat, sehingga bisa menjabarkan nama-nama pelaku dan tempat dimana Emon melampiaskan hasrat seksualnya kepada si anak yang menjadi korbannya.

Pemerintah Kota Sukabumi menyediakan tempat khusus memeriksa para korban yang diduga mengalami kekerasan seksual yang dilakukan Emon
warga Kecamatan Citamiang.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Neti Heryawan, adanya tempat khusus untuk memeriksa para korban dengan tujuan menjaga psikisnya agar tidak stres saat tengah menjalani pemeriksaan dari pihak kepolisian maupun tim medis

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkot Sukabumi dan Polres Sukabumi Kota untuk segera membuat tempat pemeriksaan khusus tersebut, selain itu petugas yang melakukan pemeriksaan kepada para korban akan menggunakan pakaian yang lebih nyaman dilihat oleh korban atau jika polisi tidak menggunakan pakaian dinas dan medis tidak memakai pakaian dokter.

Lebih lanjut selama menjalani pemeriksaan ini para korban juga harus dijaga kestabilan jiwanya jangan sampai mereka menjadi stres dan mengingat kejadian kekerasan seksual yang dialaminya.

Mengusut kasus ini Polres Sukabumi Kota mengerahkan 44 orang penyidik.
“Tim penyidik kami tambah karena jumlahnya korban terus bertambah, banyaknya anggota yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini karena selain memeriksa tersangka dan korban, kami juga meminta keterangan dari pihak keluarga atau orang tua korban,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Sulaeman kepada Antara, Minggu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *