oleh

EDAN, NGAKU HAJI, MENIPU 2600 CALON HAJI

PENIPU CALON HAJI
PENIPU CALON HAJI

POSKOTA.CO – Petugas Polda Metro Jaya membekuk seorang pria bernama Muhammad Nasa alias Haji Ahmad alias Muhammad Husein yang diduga menipu 2.600 orang calon jamaah haji umroh dengan kerugian mencapai Rp27 miliar.

“Tersangka membuat perusahaan agen travel fiktif sejak 2011,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta Jumat.

Rikwanto mengatakan tersangka mendirikan agen travel PT Lintas Utama Sukses (Linus) beralamat di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat. Tersangka menawarkan paket jasa keberangkatan haji dan umroh dengan biaya murah dan fasilitas lengkap kepada masyarakat.

Sejak 2011, tersangka menerima pendaftaran 4.800 orang calon jamaah haji dengan biaya sebesar Rp10,5 juta per orang untuk paket reguler dan Rp12,5 juta untuk paket istimewa.

Rikwanto menuturkan perusahaan tersangka tidak dapat memberangkatan 2.600 calon jamaah haji yang telah melunasi biaya sejak Maret 2014 namun tanpa alasan yang jelas. “Bahkan tersangka Husein sempat melarikan diri untuk menghindari tanggung jawab,” ujar Rikwanto.

Petugas meringkus Husein di salah satu apartemen mewah kawasan Jakarta Utara yang disewa Rp4 juta per bulan.
Selanjutnya, polisi menginterogasi tersangka yang juga mendirikan agen travel PT Rahman Rahim di Jalan Terusan Mabes Cipayung Jakarta Timur usai menipu melalui PT Linus.

Selain menangkap pelaku, polisi menyita dokumen PT Linus, mobil dan rumah mewah di daerah Bekasi Jawa Barat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto menambahkan tersangka mencantumkan data memiliki 17 cabang perusahaan PT Linus pada dokumen yang fiktif.

Heru menyatakan petugas menelusuri catatan Husein yang masuk daftar hitam di Direktorat Jenderal Haji dan Umroh Kementerian Agama karena sering menipu masyarakat.

Polisi menjerat tersangka Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang dan UU Nomorr 13 Tahun 2008 tentang penyelanggaran ibadah haji dan Pasal 263 tentang pemalsuan dokumen. (ant/sapuji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *