oleh

DUA POLISI BAWA SABU DITANGKAP POLISI

Sekilo sabu Ilustrasi
Sekilo sabu Ilustrasi

POSKOTA.CO – Dua oknum anggota Polres Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, ditangkap Jajaran Polres OKU karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 20 gram.

“Kedua tersangka Bripda B (32) dan Bripka M (33), juga warga Muaradu itu, ditangkap pada Senin (19/5) sekitar pukul 00.15 WIB bersama rekannya De (31) warga Palembang membawa sabu seberat 20 gram di dalam mobilnya. Sabu tersebut diperkirakan senilai Rp30 juta,” kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP Mulyadi di dampingi Kasat Reskrim AKP Zulfikar di Baturaja, Rabu.

Dikatakan Kapolres, penangkapan ketiga tersangka itu bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan sepak terjang tersangka B dan M serta De. Berbekal info itu, Kapolres OKU langsung menugaskan Kasat Intelkam AKP Hamdanil Azmi WP untuk melakukan razia di Simpang Kurup, Kecamatan Lubuk Batang.

“Setelah kita dapat info, maka anggota langsung saya tugaskan untuk mencegat para pelaku di perjalanan,” katanya.

Saat diamankan, polisi tak hanya menemukan sabu di dalam mobil para tersangka, namun juga mendapati dua bong alat hisap sabu, satu timbangan digital dan satu linting daun ganja.

Selanjutnya, dua bilah senjata tajam jenis badik, dua pucuk senjata api organik jenis revolver cal 38 special tanpa surat izin, 10 butir amunisi aktif serta uang senilai Rp7 juta diduga hasil penjualan narkoba.

Kapolres menjelaskan, khusus kedua tersangka oknum anggota polisi tersebut sudah lama masuk dalam target operasi, karena diduga menjadi pemasok sabu dari Palembang untuk wilayah Muaradua, ibukota Kabupaten OKU Selatan.

“Ketiga tersangka akan dijerat pasal berlapis, yakni kepemilikan senjata api dan senjata tajam tanpa izin, serta narkoba dengan ancaman delapan hingga 12 tahun penjara,” katanya.

Menurut dia, tersangka Bripda B saat ini tercatat masih aktif bertugas sebagai anggota Samapta di Polres OKU Selatan. Sementara Bripka M merupakan anggota Provost di Polres OKU Selatan.

“Meski keduanya anggota polisi, namun tetap akan menjalani sidang pidana umum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Selanjutnya, dari hasil sidang itu kesatuan masing-masing bisa memberikan sanksi disiplin sesuai kode etik di kepolisian,” ungkapnya.

Sementara tersangka De mengaku, sudah tiga kali diajak M dan B untuk membawa sabu dari Palembang ke Muaradua.

“Barang haram itu dibeli dari bandar sabu di kawasan 14 Ilir, Palembang, namun berapa harga dan siapa nama bandarnya saya tidak tahu, karena setiap kali mereka bertransaksi saya hanya disuruh nunggu di dalam mobil saja,” kata De.

Selanjutnya jajaran Satres Narkoba Polres OKU pada Selasa (20/5) sekitar puku 07.30 WIB juga menangkap Her (34) warga Kelurahan Air Gading, Kecamatan Baturaja Barat, karena kedapatan membawa sabu paket hemat senilai Rp300 ribu.

Barang haram tersebut ditemukan petugas di dalam jok belakang mobil Isuzu Elf warna hijau Nopol AB 7126 HN miliknya saat melintas di Jalan Jenderal A Yani Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *