oleh

Dokumen Dari Polri Tak Teerpakai di KPK

Mantan Menkes
Mantan Menkes

POSKOTA.CO – Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) di Kementerian Kesehatan.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, pimpinan KPK sudah menandatangani Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik, yang di dalamnya memuat nama Siti Fadilah sebagai tersangka.

“Setahu saya sudah ditandatangani sprindiknya,” kata Bambang di kantor KPK, Jakarta. Jumat (4/4/2014).

Bambang mengaku tidak mengingat pasal-pasal yang disangkakan kepada Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Namun, kata Bambang, pasal yang dikenakan kepada Siti Fadilah bukanlah pasal saat Siti Fadilah berstatus tersangka di Mabes Polri.

KPK, kata Bambang, juga akan mengulang proses pemeriksaan terhadap saksi maupun tersangka dalam kasus ini. KPK tidak memakai dokumen pemeriksaan kasus alkes yang dilimpahkan Mabes Polri.

“Dalam prosesnya kita akan mengulang lagi. Nggak bisa pakai yang di sana, tapi jadi rujukan, nggak masalah,” kata Bambang.

Maret lalu, KPK menerima pelimpahan berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan berupa buffer stock di Kementerian Kesehatan tahun 2005, dengan tersangka Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dari Mabes Polri.

Nama Siti yang muncul sebagai tersangka Mabes Polri muncul dari dua bekas anak buahnya, yaitu Mulya Hasjmy dan bekas Ketua Panitia Pengadaan Proyek Alat Kesehatan Tahun Anggaran 2005, Hasnawaty. Keduanya kemarin menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atas terdakwa kasus korupsi alat kesehatan, mantan direktur pemasaran anak perusahaan PT Indofarma Tbk, M Naguib.

Dalam persidangan, mereka mengaku pernah diperiksa oleh Mabes Polri sebagai saksi atas tersangka Siti. Pemeriksaan itu terkait dengan pengadaan alat kesehatan. Di lain pihak, polisi yakin mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari terlibat dalam korupsi pengadaan alat kesehatan pada 2005.

Dalam proyek tersebut sebagai menteri, Siti melakukan penunjukan langsung kepada PT Indofarma sebagai pemenang proyek, sehingga besar kemungkinan ikut terlibat dalam korupsi tersebut. Namun, katanya, Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri akan melihat apakah kebijakan penunjukan langsung tersebut bisa menjadikan Siti tersangka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *