oleh

Demi Keselamatannya, Kepala Desa Diamankan Polisi

Petugas berusaha memadamkan  api -dok-
Petugas berusaha memadamkan api -dok-

POSKOTA.CO – Kepala Desa Tlagah, Nawawi, korban pembakaran terkait kasus pemilu ke Mapolsek Galis, Kamis (9/4) malam diamankan aparat kepolisian Bangkalan Madura.

Menurut Kapolres Bangkalan AKBP Sulistijono, pihaknya terpaksa mengamankan sementara Kepala Desa Tlagah itu demi pertimbangan keamanan, karena dikhawatirkan massa yang melakukan pembakaran rumah Kades Nawawi itu akan kembali lagi.

“Ini demi pertimbangan keamanan, karena kalau ada di Mapolsek keamanan Pak Kades lebih terjamin. Di samping itu, rumahnya kan jauh, dan medan menuju rumah kades juga sulit. Kalau terjadi apa-apa petugas juga tidak bisa bergerak cepat,” katanya.

Semula Kades Nawawi lebih memilih bertahan di rumahnya dengan alasan perbuatan dirinya menolak melakukan manipulasi suara sebagaimana diminta pamannya itu, sudah benar.
Namun, setelah petugas memberikan pengertian, Kades Nawawi akhirnya mengikuti kemauan petugas.

Menurut Kapolres, tindakan yang dilakukan polisi, sementara masih sebatas mengamankan Kepala Desa dari kemungkinan adanya massa susulan. Meski Kades diamanankan, akan tetapi petugas tetap berjaga-jaga di rumah kades yang dibakar itu.

“Yang terpenting pengamanan dulu, setelah itu baru kami melakukan lidik,” terang Sulistijono.

Kasus pembakaran rumah Kepala Desa Tlagah itu terjadi pada Kamis (10/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Massa datang dengan mengendarai mobil pikap dan langsung melempar jeriken yang berisi bensin. Sebagian ada yang memecahkan kaca dinding rumah dan kaca mobil yang sedang diparkir di halaman rumahnya.

Kades Nawawi mengaku tidak mengetahui pasti penyebab pembakaran dan perusakan rumah miliknya itu, namun kuat dugaan kejadian tersebut ada kaitannya dengan pemilihan umum legislatif.

Di desanya, ada salah satu pendukung calon legislatif bernama Haji Halib yang tak lain pamannya sendiri. Ia tidak puas dengan perolehan suara yang diraih caleg yang didukungnya.

Ia menuturkan, sebelumnya pamannya pernah datang kepada dirinya meminta untuk mengatur perolehan suara seorang caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agar ditambah 1.200 suara, karena perolehan suara caleg yang didukung Haji Halib itu sangat rendah di Desa Tlagah.

Akan tetapi Nawawi menolak dengan alasan, menjaga netralitasnya sebagai kepala desa. Di samping itu, warga desanya yang mencalonkan diri pada pemilu legislatif kali ini, tiga orang, yakni menjadi caleg di Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan seorang lagi di Partai Hanura.

“Nah, karena saya menolak itu, paman mengancam akan membakar rumah, dan tadi setelah magrib ternyata benar-benar datang membawa massa dan hendak membakar rumah ini, untungnya bisa segera diselamatkan,” kata Nawawi.

“Saya jelas tidak enak, karena ketiga calon itu sama-sama kenal. Akhirnya saya pasrahkan sesuai aspirasi masyarkat, dan tidak menuruti keinginan paman yang meminta untuk menambah 1.200 suara pada caleg PKS itu,” tuturnya.

Selain berupaya membakar rumah Kepala Desa Tlagah, massa juga mengancam berupaya membakar kotak suara hasil pemungutan suara di berbagai TPS di desa itu.

Hanya saja, upaya massa membakar rumah Kepala Desa Nawawi itu bisa dicegah dan api bisa segera dipadamkan, sehingga yang terbakar hanya daun pintu dan jendela rumah Kades.

Selain berupaya membakar dan memecahkan kaca rumah korban, massa pendukung caleg ini juga memecahkan kaca mobil pikap Toyota bernomor polisi M 8184 GC milik korban. Mobil itu juga nyaris dibakar, namun berhasil digagalkan petugas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *