oleh

DANREM KUPANG MENJAMIN PRAJURITNYA NETRAL

TNI-Polri pengayom
TNI-Polri pengayom

POSKOTA.CO – Komandan Korem 161/Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Achmad Yuliarto memberikan jaminan netralitas prajurit di jajarannya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam hajatan politik lima tahunan pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli mendatang.

“Saya sudah instruksikan ke jajaran paling bawah untuk jaga netralitas ini. TNI hanya melaksanakan tugas pengamanan membantu kepolisian,” kata Brigjen Achmad Yuliarto di Kupang, Senin.

Dia mengatakan, netralitas sudah menjadi kewajiban TNI dalam ajang pemilihan umum, termasuk pemilihan presiden dan wakil presiden sebagaimana yang sedang dalam pelaksanaannya, hingga pada puncak pencoblosan pada 9 Juli mendatang.

TNI lanjut Brigjen Achmad Yuliarto, dituntut untuk selalu tampil berkiprah dalam mempertahankan tiga faktor penting yang menjadi fundamental untuk menjamin kelangsungan hidup dan eksistensi bangsa atau Negara, yakni Kedaulatan Negara yang harus tetap tegak, keutuhan wilayah NKRI yang harus tetap terjaga, serta keselamatan bangsa dan segenap tumpah darah Indonesia yang harus tetap terjamin.

TNI katanya, sedang membangun kembali citra dan kepercayaan, integritas demi mengembalikan jati dirinya sebagai pengawal keutuhan negara dan bangsa, dalam paradigma baru yang substansinya merupakan tekad TNI untuk meninggalkan fungsi sosial politik (Dwi Fungsi) dan berkonsentrasi pada fungsi pertahanan.

“Dengan demikian maka seluruh jajaran TNI baik institusi, satuan maupun perorangan tidak melakukan kegiatan politik atau menjadi partisan salah satu partai politik bagi kepentingan kelompok politik tertentu,” katanya.

Dia mengatakan, sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, TNI diharapkan bisa melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik, dengan tetap berpedoman kepada nilai-nilai dan tata aturan yang ada. Sehingga dalam konteks pemilu presiden 9 Juli mendatang, TNI jajaran Korem 161/Wira Sakti, tetap bersikap netral.

Khusus untuk setiap komandan di kodim yang ada, diharapkan bisa melaksanakan tugas dan fungsinya, untuk memberikan bantuan keamanan kepada aparat kepolisian jika dibutuhkan, dengan tetap menjaga netralitas.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan netralitas TNI bakal dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan Negara. “Ini bukan hanya sekadar bicara. Karena itu, saya menjamin TNI tetap netral, sehingga jalannya pilpres akan dikawal dengan baik,” kata Moeldoko.

“Netralitas TNI adalah harga mati, oleh karena itu tidak boleh ada satu prajurit-pun yang melakukan kampanye dalam mendukung salah satu pasangan capres calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pilpres 2014 ini,” ujar Moeldoko.

Menurut Moeldoko, tidak ada perintah komando bagi anggota TNI untuk mendukung salah satu capres dan tidak ada perintah dari pimpinan TNI.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *