oleh

Bima Arya Minta PKK Kota Bogor Lakukan Dua Hal Ini

POSKOTA.CO – Wali Kota Bogor Bima Arya meminta dua hal kepada TP PKK Kota Bogor dan jajarannya untuk menjadi kepanjangan tangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan akselerasi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Hal tersebut dikemukakannya saat Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua TP PKK Kecamatan Kota Bogor di Teras Balai Kota Bogor, Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor, Jumat (28/08/2020).

Menjadi kepanjangan tangan Pemkot Bogor, yakni untuk menggali, menyerap dan mendalami persoalan di masyarakat yang luput dari pantauan kepala dinas.

“Dengan komunikasi dan jaringan yang luas, para anggota dan kader PKK bisa menjadi kepanjangan tangan Pemkot Bogor. Ada jaringan alumni Sekolah Ibu, PLKB, Posyandu dan yang lainnya,” jelas Bima Arya.

Saat ini Pemkot Bogor tengah melaksanakan survei terhadap kondisi pandemi Covid-19 ini untuk dijadikan rujukan dalam merumuskan dan membuat kebijakan agar tepat sasaran

Kemudian ia meminta PKK Kota Bogor untuk melakukan akselerasi dengan dinas-dinas terkait untuk melakukan apa yang bisa dilakukan secara cepat. Disamping itu, dengan kondisi pandemi Covid-19, PKK diharapkan untuk lebih fokus pada pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

“Itulah esensi PKK, fokus pada pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Bima Arya menyebut TP PKK Kota Bogor berbeda dengan PKK di banyak daerah. Dari masa ke masa PKK Kota Bogor sudah disegani dan diperhitungkan serta diapresiasi. Hal ini lantaran berbagai prestasi yang diraih sejak dahulu. Di Jawa Barat nama TP PKK Kota Bogor sudah harum.

Dampak kondisi seperti ini menurut Bima Arya, dihadapkan pada ancaman ‘lost generation’ (kehilangan generasi). Para ibu anak depresi, ayah menjadi stres dan para tenaga pendidik pun demikian.

Berdasarkan data KUA dan Kemenag menunjukan KDRT, angka perceraian dan yang lainnya naik, depresi serta sebagainya.

Saatnya PKK Kota Bogor membuktikan bahwa penghargaan yang selama ini diraih adalah betul-betul penghargaan sejati yang lahir berkat adanya kultur dan sistem, bukan sekadar seremoni.

“Hari ini saya ingin PKK perkuat ikhtiar dan kampanye tentang protokol kesehatan. Tolong sebarkan sampai keluarga, bahwa ada pembatasan skala mikro, ada lockdown di tingkat RT dan RW dan imbauan untuk lebih sering bebersih diri usai beraktivitas di luar atau sepulang kerja, tidak sekadar 3M. Para ibu harus paham data-data, bahwa penularan terbesar saat ini ada di keluarga,” tegas wali kota.

Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian menyebutkan, dengan tugasnya sebagai pencatat, penggerak dan sosialisasi. Maka PKK Kota Bogor akan memaksimalkan peran sosialisasinya.

“PKK merupakan ujung tombak di masyarakat, namun kita harus melakukan pembatasan gerakan-gerakan dan kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat, karena itu kita akan ambil peran kita untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan,” kata Yane. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *