oleh

BAZIS JAKTIM BANTU RENOVASI RUMAH ENI

 teks gambar: Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, meresmikan rumah Ibu Eni yang telah rampung direnovasi secara gotong royong oleh para tetangga dan BAZIS Jakarta Timur, Selasa (3/6). (foto: Nur Aliem)

teks gambar:
Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, meresmikan rumah
Ibu Eni yang telah rampung direnovasi secara gotong royong oleh para
tetangga dan BAZIS Jakarta Timur, Selasa (3/6). (foto: Nur Aliem)

POSKOTA.CO, JAKARTA — Walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, meresmikan rumah Ibu Eni yang telah rampung direnovasi secara gotong royong oleh para tetangga dan BAZIS Jakarta Timur, Selasa (3/6).

Peresmian rumah di gang sempit pemukiman padat RT. 007/RW 04 Utan Kayu Selatan, Matraman ini, ditandai penandatangan prasasti oleh Walikota, didampingi Kepala BAZIS Jakarta Timur Dwi Busara, Camat Matraman Hari Nugroho dan Lurah Utan Kayu Selatan R. Yakub.

Sebelum diperbaiki, rumah janda 70 tahun dengan 4 cucu ini, kondisinya sudah hampir ambruk. Hal ini mengundang keprihatinan para tetangga, hingga mereka bergotong-royong mengumpulkan uang untuk memperbaiki rumah ibu Eni. Walikota sendiri menyambut baik kepedulian masyarakat tersebut.

Pemprov DKI Jakarta sendiri, saat ini sedang mengiatkan program penataan kawasan kumuh, salah satunya dengan pembangunan kampung deret. Di Jakarta Timur sendiri sudah ada empat lokasi kampung deret dengan sekitar 1000 rumah yang dibangun lewat program kampung deret.
“Di Kecamatan Matraman sendiri ada dua lokasi program kampung detert yaitu di Kelurahan Kayu Manis dan Pal Meriam,” ujar Krisdianto.
Kepala BAZIS Jakarta Timur Dwi Busara mengatakan, pihaknya memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta untuk merenovasi rumah Ibu Eni. Sebelumnya, pihak relawan yang terdiri dari para tetangga Ibu Eni mengajukan proposal bantuan renovasi rumah ke BAZIS Jakarta Timur.

Berdasarkan hasil survey ke rumah Ibu Eni, BAZIS Jakarta Timur memberikan dana bantuan bedah rumah sebesar Rp 30 juta. “Bantuan yang diberikan Rp 30 juta setelah dilakukan survey dan melihat kondisi
rumah yang cukup parah,” kata Dwi.

Dwi mengatakan, bedah rumah merupakan salah satu program yang dimiliki BAZIS Jakarta Timur. Pada tahun 2013 lalu, pihaknya telah melaksakan program ini di 20 lokasi tersebar di wilayah Jakarta Timur, dengan total dana sekitar Rp 235 juta. (nur aliem)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *