oleh

Banyak Oknum Bermain di Perjalanan Ibadah Haji

hajiPOSKOTA.CO — JAKARTA — Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (KESTHURI) menyatakan prihatin akan panjangnya daftar tunggu (waiting list) bagi masyarakat kaum Muslim untuk memperoleh kesempatan berangkat haji. Akibat kendala tersebut, membuat masyarakat menjadikan ibadah umrah sebagai alternatif.

“Meningkatnya animo umat Islam Indonesia menunaikan ibadah umrah ke Baitullah, menghadirkan konsekwensi baru di tengah masyarakat. Banyak oknum yang akhirnya memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan nasib calon haji atau umrah. Di antaranya banyak yang tidak bisa berangkat. Bahkan ada yang sampai telantar di tanah air, maupun di tanah suci,” kata H. Azrul Azis Taba, Ketua Umum KESTHURI, kemarin.
.
Terkait dengan kondisi tersebut, pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I KESTHURI di Makassar, Sulawesi Selatan, (29-31 Mei 2014), salah satu agenda Mukernas adalah mensosialisasikan UU No.13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, di samping melakukan road show ke beberapa daerah, di antaranya ke Kabupaten Bulukumba.

Mengapa memilih Sulawesi Selatan? Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Mukernas, Hj Irmawati Mochtar,SE, karena di ibukota Indonesia Bagian Timur ini dianggap sebagai provinsi yang animo masyarakatnya berumrah dan haji sangat besar.

“Juga selain kuota hajinya juga terbesar di Indonesia, daftar tunggunyapun terlama yaitu di atas 15 tahun. Menunggu panjangnya antrian, masyarakat Muslim Sulawesi Selatanpun berumrah. Tapi tragisnya, banyak di antaranya bernasib kurang beruntung karena tertipu oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” kata Hj Irmawati Mochtar.

Menurut Irmawati yang juga Presiden Direktur Biro Perjalanan Wisata Tour Travel, PT Nur Rima Al Waali (NRA Grup) ini, banyaknya calon jamaah umrah dan haji yang bernasib kurang beruntung karena tertipu oleh oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut, karena masyarakat banyak yang tidak tahu penyelenggara mana yang tidak benar dan liar.

Irmawatia menambahkan, selain mengedukasi masyarakat, sebagai asosiasi haji umrah yang baru, KESTHURI juga mensosialisasikan keberadaannya kepada kelompok-kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). Kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan di beberapa wilayah lain.

Pengurus KESTHURI berharap, melalui sosialisasi tersebut masyarakat bisa memilih penyelenggara haji umrah yang benar, saat hendak menunaikan ibadah haji maupun umrah ke Tanah Suci. Juga diharapkan bisa menekan penelantaran jamaah umrah.

Karena itu, Irmawati menambahkan, KESTHURI akan menjembatani KBIH-KBIH yang akan memberangkatkan jamaahnya untuk umrah. (nur aliem)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *