oleh

Ahok: Capres Harus Berani Mati Demi Konstitusi

18prasastiPOSKOTA.CO – Siapapun termasuk Anda atau calon presiden (Capres) harus berani mati demi konstitusi. Karena ini tugas sumpah jabatan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Penagakan HAM Kuncinya ada di presiden. Anda harus taat konstitusi bukan konstituen,” tegas Ahok, pada Peringatan Tragedi Mei 1998 dilakukan forum keluarga korban bersama Komisi Nasional di makam korban Tragedi Mei 1998 di TPU Pondok Rangon, Minggu (18/5).

Kepada para pemimpin negara, politisi Gerindra ini menekan harus berani menolak suap demi menegakkan keadilan bagi rakyat Indonesia. “Anda (presiden terpilih) harus berani tidak terima suap. Anda harus berani mati demi konstitusi. Itu baru namanya presiden,” ujar Ahok.

Dengan kemeja merah jambu dan kaca mata cokelat, Ahok melakukan peletakan batu pertama pembangunan Prasasti Jarum dan Benang yang terletak di hadapan 113 makam tanpa nama korban Tragedi Mei 1998.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Ahok. Akhirnya, ada unsur dari negara yang bisa peduli dengan Tragedi Mei dengan prasati Jarum Benang,” kata Ketua Komnas Perempuan Yuniarti Huzaifa.

JARUM DAN BENANG

Simbol jarum dan benang dipilih sebagai tanda harapan dari para keluarga korban agar negara dapat menjahit luka lama dan menatap hidup baru.

Sementara, Ahok dalam sambutannya mengatakan, aktivitas ini harus terus menerus dilakukan. Gunanya agar peristiwa sejarah ini tidak begitu saja dilupakan.

“Ini bukannya dalam rangka dendam dengan mereka mereka yang melakukan itu. Tapi, ini sebagai tanda agar tidak terjadi lagi,” ungkap Ahok.

Ia mengatakan, tidak ada orang yang mati sia-sia. Sekali pun mati dalam peristiwa Mei 1998. Menurutnya, para korban memiliki andil dalam kondisi pemerintahan saat ini.

“Semua pejabat yang ada hari ini, kami semua berhutang budi kepada anak-anak dan keluarga para korban. Saya kira tanpa ada peristiwa Mei 1998, nggak ada Ahok jadi Wagub DKI,” tandasnya.

Acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Ahok dan Yuniarti. Setelah itu, Ahok menandatangi sebuah pernyataan perjuangan di lokasi yang sama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *