oleh

7 Butir Kongres Banten Diserahkan Rano Karno

Rano Karno Wagub Banten
Rano Karno Wagub Banten

POSKOTA.CO – Tujuh butir hasil Kongres Banten II diserahkan kepada Wakil Gubernur Banten Rano Karno, di gedung DPRD Banten di Serang, Senin.

Rekomendasi Kongres Rakyat Banten II diserahkan oleh pimpiman sidang kepada Wagub Banten Rano Karno, pimpinan sidang mewakili Pimpinan DPRD Banten H. Eli Mulyadi serta Ketua Himpunan Aktivis Pendiri Provinsi Banten (HAPPB), H. Uu Mangkusasmita.

Tujuh butir rekomendasi hasil Kongres Rakyat Banten II tersebut adalah:
o. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Banten, proaktif memelihara semangat reformasi di segala bidang dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

o. Kedua menentang segala bentuk gerakan/perbuatan anarkis dan konsisten terhadap supremasi hukum yang menjadi kepribadian bangsa Indonesia.

o. Ketiga mendesak kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk segera melaksanakan reformasi birokrasi dalam kondisi bersih dari nepotisme, kolusi dan korupsi.

o. Keempat menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Banten untuk memulai gerakan sosial Banten bersih dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) yang dimulai dari individu menuju masyarakat Banten yang lebih baik.

o. Kelima meminta kepada pihak berwenang untuk mengutamakan stabilitas daerah sebagai bagian dari stabilitas nasional mengingat wilayah Provinsi Banten merupakan daerah penyangga ibu kota.

o. Keenam menyatakan permohonan dan dukungan bagi peningkatan status dan kedudukan komponen pertahanan dan keamanan di Provinsi Banten yang dalam hal ini status kedudukan Korem dan Polda sebagai konsekwensi logis meningkatnya tantangan keamanan serta mengingat ‘geostrategic’ dari landscap ‘geografi’ Provinsi Banten.

o. Ketujuh memerintahkan kepada Himpunan Aktivis Pendiri Provinsi Banten (HAPPB) bersama dengan rakyat Banten lainnya untuk mengawal proses pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Banten dalam bentuk pengawasan terhadap seluruh produk kebijakan Pemprov Banten serta menindaklanjuti sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Sejumlah tokoh masyarakat dan para pendiri Provinsi Banten juga hadir dalam Kongres Rakyat Banten II seperti mantan Mendagri Suryadi Soedirja, mantan Ketua KPK Taufiqurahman Ruki, tokoh Muhtar Mandala, Embay Mulya Syarif, Ali Yahya, Mardini, Uu mangkusasmita, Irsjad Djuwaeli serta sejumlah tokoh lainnya termasuk para kepala daerah. Wakil Gubernur Banten Rano Karno juga hadir dalam Kongres Rakyat Banten tersebut.

Ketua Pelaksana Kongres Rakyat Banten II Ade Mukhlas Syarif mengatakan, kongres yang pertama dilakukan pada 5 Desember 1999 sebelum pembentukan Provinsi Banten pada 2000 lalu. Kongres Rakyat Banten II dilatarbelakangi dari akumulasi berbagai penyimpangan yang dilakukan oknum Pemerintahan Provinsi Banten saat ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *