oleh

Konsumsi Minyak Tinggi, Indonesia Terancam Krisis Energi

POSKOTA.CO -Konsumsi minyak dalam bentuk bahan bakar terus mengalami peningkatan dalam 10 tahun hingga 15 tahun terakhir dari semula hanya 700 juta barel per hari, sekarang 1,5 juta barel per hari. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) memperkirakan Indonesia akan mengalami krisis energi jika tidak ada tata kelola yang baik penggunaan minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri.

Sekretaris SKK Migas I Gde Prayadna mengatakan hari ini dapat dilihat dari produksi minyak dalam negeri sangat jauh dibandingkan dengan konsumsi. Untuk memenuhi energi minyak ini sering dilakukan importasi, sehingga Indonesia menjadi negara net importir minyak. “Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) kita terus meningkat karena adanya pertumbuham ekonomi,” ucap Gde di Kahmi Center, Jakarta, Selasa (13/5).

Gde menambahkan, pembengkakan konsumsi BBM ini dikarenakan masyarakat membeli kendaraan bermotor baik mobil dan motor. “Sayangnya produksi minyak dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, cetusnya.

Sementara itu, walaupun Indonesia menjadi net importir minyak namun Indonesia melakukan ekspor gas yang terus terjadi padahal cadangan gas Indonesia yang tercatat hanya sebesar 1,4 persen dari total cadangan dunia.

“Tapi kita merasa kaya dan terus-terusan melakukan ekspor gas, bahkan tahun 1980-an kita pernah jadi eksportir gas terbesar dunia,” tegas dia.

Sehingga dengan keadaan tersebut menurut Gde, Indonesia berpotensi mengalami krisis energi karena tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan melakukan ekspor gas besar-besaran.

“Saya khawatir Indonesia melakukan kesalahan yang sama, yaitu sibuk menjual cadangan gas kita ke luar. Padahal cadangan kita enggak terlalu besar,” tutupnya.*hel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *