oleh

3 Pimpinan DPRD Ditahan Kejaksaan

borgol2POSKOTA.CO – Kejaksaan Negeri Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (30/5) sore, menahan tiga pimpinan DPRD Kabupaten Padangpariaman sebagai tersangka kasus korupsi uang makan dan minum fiktif pada 2010-2011 dengan kerugian negara mencapai Rp300 juta.

Kepala Kejari Pariaman Yulitaria di Pariaman, Jumat, menyebutkan tiga tersangka itu, yakni Ketua DPRD Padangpariaman Eri Zulfian dan dua wakil ketua yang masing-masing Yusalman serta Desril Yani Pasha. Pada kesempatan itu, kejari setempat juga menahan sekretaris DPRD, Sawirman.

Keempat tersangka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Karan Aur Kota Pariaman. Mereka dibawa tim penyidik kejaksaan, dengan pengawalan ketat aparat Polres Kota Pariaman pada pukul 17.00 WIB.

Sebelum ditahan, keempat tersangka sempat mendapatkan pemeriksaan intensif selama hampir delapan jam di kantor kejaksaan setempat, termasuk pemeriksaan kesehatan di RSUD Kota Pariaman.

Perintah penahanan, katanya, sesuai dengan Pasal 21 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Ia mengatakan meski telah ditahan, peluang untuk pemanggilan kembali keempat tersangka untuk pemeriksaan lanjutan tetap masih memungkinkan.

Pengungkapan kasus dugaan korupsi uang makan dan minum fiktif tamu yang melibatkan unsur pimpinan DPRD Padangpariaman pada 2010-2011 tersebut, bermula dari laporan masyarakat.

Atas laporan tersebut, tim kejaksaan melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah saksi hingga mencapai lebih dari 60 orang.

Selain itu, pada 24 April 2014, tim penyidik kejaksaan tersebut juga telah melakukan penggeledahan kantor DPRD setempat dan menyita sejumlah dokumen yang dianggap penting.

Penetapan tersangka atas keempat nama tersebut, telah dilakukan sejak 11 April 2014, atau sehari setelah keluarnya hasil audit atas dugaan kerugian negara dari BPKP Sumatera Barat.

Ia mengatakan perkara yang diduga telah merugikan negara hingga Rp300 juta tersebut, akan secepatnya dilimpahkan ke pengadilan.

“Setelah semua pemeriksaan dan barang bukti cukup maka akan secepatnya diteruskan ke tingkat pengadilan,” katanya didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pariaman Rahmadani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *