oleh

Tiga ABK KM Lambelu Terpapar Covid-19, Sejumlah Penumpang Panik Terjun ke Laut

POSKOTA. CO – Dikarenakan adanya dugaan tiga Anak Buah Kapal (ABK)  KM Lambelu terjangkit Covid-19, kapal milik Pelni ini sempat dilarang merapat di Pelabuhan Loren Say, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur. Akibatnya sejumlah penumpangnya panik dan loncat terjun ke laut.

Pekik, jerit, dan tangis penumpang lainnya pecah mengiringi para penumpang yang terjun ke laut. Para penupang di atas geladak, hanya bisa menangis histeris dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Namun lima orang yang sudah terjun ke laut mereka mencoba berenang dengan menggunakan pelampung dan perahu nelayan atau kapal motor yang mendekat.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Wisnu Handoko membenarkan adanya peristiwa di Kapal KM Lambelu milik PT Pelni yang berlayar dari Tarakan Kalimantan Timur menuju, Kabupaten Sikka, NTT tersebut.

Akibat adanya berita tiga ABK kapal Lambelu terjangkit Corona oleh Pemerintah Kabupaten Sikka, kapal ini sempat ditolak sandar. Namun pada Selasa (7/4/2020) pukul 21.37 WIT kapal telah sandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere, NTT.

“Kapal dapat sandar, tetapi penumpang belum boleh turun sebelum tim kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pemeriksaan penumpang dan memastikan para penumpang tidak terpapar Covid-19 sesuai protokol kesehatan yang diterbitkan Pemerintah,” jelas Capt Wisnu.

Wisnu menyayangkan adanya penumpang kapal KM Lambelu yang panik sehingga melompat ke laut setelah mendengar kapal belum bisa sandar. Namun dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

“Ini sangat membahayakan. Kami mohon kerjasama para penumpang kapal untuk mengikuti instruksi dari awak kapal dan juga protokol kesehatan yang diterapkan di atas kapal sebelum turun dari kapal. Jangan melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri,” tegas Wisnu.

Setelah kapal sandar, Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan gedung Sikka Convention Center (SCC) di Kota Maumere sebagai tempat karantina mandiri bagi 233 penumpang kapal KM Lambelu.

Nantinya semua penumpang kapal Pelni KM Lambelu akan dikarantina di gedung tersebut.”Kita berharap Pemerintah Daerah menginformasikan Pembatasan Sosial dengan mengikuti mekanisme penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagaimana diatur dalam PM Kesehatan No 9 Tahun 2020,” terang Capt Wisnu. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *