oleh

Kemenhub Tunjuk Pelindo III Layani Jasa Pemanduan di Selat Malaka

POSKOTA.CO Kementerian Perhubungan menunjuk BUMN Pelindo III untuk memberikan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal di Selat Malaka, Selat Phillip, dan Selat Singapura.

Penunjukkan tersebut berdasarkan SK DirekturJenderal Perhubungan Laut yang diserahkan Kasubdit Pemanduan dan Penundaan Kapal Direktorat Kepelabuhanan, Kementerian Perhubungan, Agus Arifianto kepada Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha, yang didampingi Direktur Utama Pelindo Marine Service Eko Hariyadi Budiyanto, di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Anakusaha Pelindo III, Pelindo Marine Service nantinya yang akan melayani pemanduan di wilayah perairan pandu luar biasa alur pelayaranTraffic Separation Scheme (TSS) yang berbatasan dengan batas negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura.

“Ini hari momen bersejarah, setelah melalui berbagai tahapan yaitu evaluas ikinerja, sarana prasarana, dan SDM. Pelindo III dipercaya untuk melayani pemanduan, terutama di TSS,” kata Agus Arifianto dalam sambutannya.

Agus Arifianto menjelaskan pasar global semakin bersaing. (Layanan pemanduan perairan Selat Malaka) harus dilaksanakan dengan service excellent, sebagai penegasan untuk menjaga ketahanan dan suplai logistic.

Joko Noerhudha, Direktur Tekhnis Pelindo III  mengapresiasi kinerja strategis Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Luar Negeri yang telah berhasil untuk tidak hanya mengokohkan kedaulatan wilayah teritorial Indonesia, tetapi juga membuka peluang pendapatan bagi industry maritim nasional.

“Dengan diberikannya SK oleh pemerintah Pelindo III akan semakin dipercaya oleh operator atau agen kapal-kapal internasional untuk menggunakan jasa pandu dan kapal tunda Indonesia dalam melayari Selat Malaka dan sekitarnya dengan aman dan selamat,” katanya.

Joko menambahkan, Pelindo III terus mendorong anak usahanya untuk mengembangkan bisnis di luar captive market-nya. Salah satunya dengan terus berinovasi agar bisa memberikan addedvalue kepada pengguna jasa global.

Ini juga merupakan wujud ekspansi BUMN ke pasar internasional,” tambah Joko Noerhudha.

Eko Hariyadi Budiyanto menambahkan peluang bisnis menggarap layanan pandu dan tunda di perairan tersebut telah dibahas bertahun-tahun oleh para negara panti atau The Littoral States. Forum negosiasi multilateral tersebut yaitu Forum Tripartite Technical Expert Group (TTEG) yang diikuti oleh Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

“Negosiasi mulai menemukan titik terang pada pertemuan Intersessional Meeting of The Working Group on Voluntary Pilotage Services in Straits of Malacca and Singapore di Bandung, awal 2017.

Ia melanjutkan, penunjukkan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia pada pengembangan sector maritime nasional.

Melalui Kementerian Perhubungan memberikan kepercayaan pada BUMN, khususnyaPelindo III yang memiliki anak usaha di bidang marine service, yaitu PMS. PMS sudah melayani jasa pemanduan di perairan Selat Malaka selama beberapa tahun ini.

Layanan pilotage dan marine advisory yang dikerjakan oleh Pelindo Marine Service merupakan bagian dari rencana kerja Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan vessel traffic information system (di perairan Selat Malaka),” jelasnya.

Pengajarmaritim ITS Surabaya, Saut Gurning, yang turut hadir pada kesempatan tersebut, mengutip data Straitrep (2019) bahwa pada kurun waktu 2009-2019 arus kapal yang melalui Selat Malaka sekitar 60.000-85.000 unit per tahun.

“Dari jumlah tersebut baru sekitar 300 kapal saja yang dilayani oleh Indonesia. Seharusnya kedepan bisa mencapai 2.000-3.000an unit. Lebih strategis bagi Indonesia untuk melayani kapal-kapal besar, misalnya VLCC (very large crude carrier/tanker),” paparnya.

Ia menambahkan, dari jumlah 60.000-85.000 unit kapal per tahun tersebut, nilai ekonominya mencapai Rp 45 triliun untuk layanan pandu saja. Bila ditotal dengan derivasinya bisa mencapai Rp 360 triliun. Kenyataan tersebut seperti tidak terlihat oleh Indonesia, padahal sebenarnya sebagian besar melayari jalur di sisi eastbound  (wilayah Indonesia) seperti dari Sumatra hingga Natuna. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini