by

Jelang Idul Fitri, Distribusi Logistik ke Indonesia Timur Berjalan Normal

Read Time:2 Minute, 20 Second

POSKOTA.CO – Masa pandemi Covid-19, pendistribusian logistik ke Indonesia bagian timur melalui tol laut berjalan normal.

Kepala Bagian Organisasi dan Humas Dirjen Perhubungan Laut Wisnu  Wardana dalam keterangan tertulisnya mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, kapal tol untuk melayani logistik bagi warga Indonesia bagian timur tetap berjalan kendati virus Corona belum mereda. Begitupun dengan harga kebutuhan pokok di wilayah timur masih terpantau normal.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Capt Wisnu Handoko menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk memudahkan pendistribusian logistik ke wilayah timur sehingga konektivitas kapal tol laut khususnya yang menyinggahi Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku tetap berjalan.

Wisnu menjelaskan, bahwa resume kedatangan kapal, volume penumpang dan muatan di suatu pelabuhan pada masa pandemi Covid-19 sangat tergantung pada penerapan kebijakan pembatasan transportasi laut yang dilakukan daerah.

Secara umum, permintaan pengiriman barang memang turun akibat menurunnya perdagangan domestik lantaran adanya pemberlakuan pembatasan daerah hingha terjadi trend penurunan jumlah ship call volume muatan dan penumpang kapal barang.

Setelah keluarnya Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 terjadi  kecenderungan meningkat pelan.

Pihaknya bersama kementerian/lembaga terkait terus melakukan supervisi yang ketat terhadap distribusi barang pokok dan penting dan harga supaya kenaikan bisa terkontrol dalam batas wajar.

Selain itu, untuk memaksimalkan pengiriman barang, saat ini kapal penumpang juga bisa dimanfaatkan daerah untuk mengangkut logistik sehingga ketersediaan barang kebutuhan pokok dapat lebih merata di seluruh wilayah.

“Tol laut secara langsung memberikan dampak bagi masyarakat di mana ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting lebih terjamin. Tol laut juga mampu mengurangi fluktuasi harga antar waktu dan disparitas harga, serta memfasilitasi pemasaran produk unggulan daerah,” ucap Wisnu.

Kementerian Perhubungan melalui Kantor KSOP di daerah juga ikut melakukan pemantauan harga barang pokok dan barang penting di daerah masing-masing, termasuk barang-barang yang diangkut kapal tol laut ataupun hasil komoditi daerah. Secara umum, disparitas harga di beberapa daerah yang disinggahi tol laut berhasil ditekan.

“Dari hasil pemantauan langsung beberapa KSOP di wilayah timur, dilaporkan harga-harga kebutuhan pokok yang dijual di masyarakat cenderung stabil,” katanya.

Misalnya di daerah Fak-Fak, harga cabai rawit Rp40.000/kg (stabil) dan cabai keriting Rp30.000/kg (stabil). Di Sorong cabai rawit Rp25.000/kg sampai dengan Rp35.000/kg (stabil), dan cabai keriting Rp25.000/kg (stabil), juga di Manokwari harga cabai rawit dan cabai keriting stabil di harga Rp30.000/kg.

Begitupun dengan harga bawang, di Oransbari dan Jayapura, harga bawang putih masih stabil di harga Rp55.000/kg dan bawang merah Rp60.000/kg. Sementara di Merauke, harga bawang putih Rp45.000/kg (stabil) dan bawang merah Rp40.000/kg (stabil).

“Tak hanya semata untuk menekan disparitas harga antara daerah, tol laut juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengoptimalkan muatan balik kapal sehingga produk asli daerah setempat dapat dipasarkan luar pulau,” pungkas Wisnu. (d)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini