oleh

Angkut Sembako Kapal Barang Tenggelam, 14 ABK 30 Jam Terapung-apung di Laut Karimun Jawa

POSKOTA.CO – Kapal motor (KM) Ceria 1 GT 533 bermuatan sembako tujuan Ketapang, Kalimantan Barat, tenggelam di perairan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.

Kapal barang ini dihantam ombak besar hingga tenggelam, dan sebanyak 14 anak buah kapal (ABK) mengapung-apung di atas life raft sekitr 30 jam danditemukan oleh KM Angele di antara Pulau Kemujan dengan Pulau Parang pada Sabtu (11/1/2020) pukul 08.00 WIB.

Kondisi ABK dan penumpang kapal cukup payah lantaran mereka kelelahan puluhan jam terapung diombang-ambing  gelombang Laut Jawa yang masih mengganas.

Seluruh ABK dilarikan ke puskesmas, nahkoda kapal mengalami patah tulang kaki sebelah kiri, sedangkan Cadet Musriah terkilir di pergelangan kaki dan harus masih menjalani perawatan di Puskesmas Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

Nakhoda kapal Suwardi, sempat mengungkapkan kepada petugas, mereka berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Kamis (9/1/2020) siang pukul 11.00 WIB dengan membawa sembako dengan tujuan Ketapang, Kalbar.

Namun ketika sampai di Perairan Karimunjawa, Cerit Suwardi, tiba-tiba kapal dihantam gelombang tinggi hingga oleng dan terbalik, namun para ABK dan beberapa penumpang dapat selamat menggunakan rakit serta berpelampung.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Karimunjawa, Ansori, mengungkapkan KM Ceria I mengalami kecelakaan pada posisi kurang lebih 30 mil Barat Daya Pulau Nyamuk, sekitar pukul 01.00 dinihari kapal dihantam gelombang tinggi mengakibatkan air masuk ke deck bagian depan sehingga posisi kapal miring ke kiri.

Sekitar pukul 02.00, lanjut Ansori, kapal sudah tidak mampu lagi menahan hantaman gelombang sehingga bagian haluannya mulai masuk ke dalam air. Nakhoda kemudian menginstruksikan kepada seluruh Anak Buah Kapal (ABK) untuk abandon ship menggunakan life raft.

“Seluruh ABK berjumlah 14 orang selanjutnya mengapung-apung di atas life raft sampai ditemukan oleh KM  Angele di antara Pulau Kemujan dengan Pulau Parang pada Sabtu (11/1/2020) pukul 08.00 WIB,” ungkap Ansori.

Keempat belas korban tersebut kemudian dievakuasi menggunakan KM  Angele dan KM Ita Kembar Sam Jaya ke Pelabuhan Legon Bajak, Karimun Jawa dengan keadaan selamat, namun beberapa diantaranya termasuk nahkoda harus masih menjalani perawatan di Puskesmas Karimunjawa, Kabupaten Jepara. (dr)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *