PERISTIWA – Poskota.co

Tag: PERISTIWA

TAHANAN KEJARI DEPOK MELARIKAN DIRI PAKAI MOBIL TAHANAN

TAHANAN KEJARI DEPOK MELARIKAN DIRI PAKAI MOBIL TAHANAN

NASIONAL, Peristiwa
POSKOTA.CO - Ditinggal membeli minuman oleh petugas yang mengawalnya, seorang tahanan Kejaksaan Negeri Depok, Ari Wicaksono (47), kabur dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Depok, Kamis (22/6) petang. Pelarian terhenti ketika mobil yang digunakan sang tahanan menabrak mobil lainnya saat melintas berlawanan arah di Jalan Ir H Juanda, Depok, Jawa Barat. Ari Wicaksono merupakan tahanan Kejari Depok dalam perkara penipuan dan penggelapan. Sebelumnya, ia yang menjalani penahanan di Rutan Cilodong, menderita sakit. Oleh petugas Kejari Depok, Ari pun diantar berobat ke RS Polri Kramat Jati. Di tengah perjalanan pulang dari RS Polri Kramat Jati, petugas yang melakukan pengawalan, menghentikan mobil tahanan yang dikemudikannya di sebuah warung. Saat itu sang petugas hendak membeli minum. ...
UNTUNGKAN UMKM, PEMERINTAH DIDESAK TETAP LAKSANAKAN LELANG GULA RAFINASI

UNTUNGKAN UMKM, PEMERINTAH DIDESAK TETAP LAKSANAKAN LELANG GULA RAFINASI

NASIONAL, Peristiwa
POSKOTA.CO - Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait lelang gula rafinasi, masih menjadi polemik dengan sejumlah kalangan. Padahal, Presiden Joko Widodo menyetujui Permendag tersebut karena sangat membantu pelaku UMKM. Hal itu dikemukakan Ketua Asosiasi UMKM Ikhsan Ingratubun, baru-baru ini, di Jakarta. Ikhsan yang baru saja diundang Watimpres untuk membahas Permendag Nomor 16 Tahun 2017 tentang Lelang Gula Rafinasi mengatakan, dengan adanya permendag tersebut para kartel gula menjadi terganggu. "Ini sekarang menjadi topik yang sangat panas, karena para kartel gula yang selama ini menguasai gula rafinasi di Indonesia sangat terganggu," ujarnya Lebih lanjut Ikhsan mengatakan, Presiden Jokowi setuju dengan adanya permendag tersebut. Pasalnya, dengan adanya permendag it...
LELAKI PARUH BAYA DITEMUKAN SUDAH TAK BERNYAWA DI KAMAR MANDINYA

LELAKI PARUH BAYA DITEMUKAN SUDAH TAK BERNYAWA DI KAMAR MANDINYA

NASIONAL, Peristiwa
POSKOTA.CO - Cin Khiong (45) ditemukan tak bernyawa tergeletak tanpa busana di toilet kamar mandi rumahnya di Jalan Jembatan Besi I RT 004/01 Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/6) pagi. Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol M Syafi'i SIK didampingi Kanit Reskrim AKP Antonius menuturkan, pada Selasa sekitar pukul 07.00 WIB Surachman M Noor seorang saksi mata mengatakan, kala itu tidak seperti biasanya korban tidak terlihat keluar rumah. Saksi lalu memberanikakan diri memanggil korban, karena tidak ada respons akhirnya saksi bersama perangkat RT masuk ke rumah dan mengintip dari jendela kamar mandi. Kecurigaan saksi terbukti saat melihat korban tergeletak dalam keadaan tanpa pakaian dengan posisi duduk di atas kloset, dan bersandar di atas e...
BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_810" align="alignleft" width="300"] Effendi Gazali[/caption] POSKOTA.CO - Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali melayangkan protes ke Mahkamah Konstitusi meminta penjelasan atas ketidakkonsistenan dan memiliki sikap berbeda dalam mengadili suatu perkara. Dalam surat itu, Effendi meminta penjelasan tentang permohonannya terhadap pelaksanaan Pemilu Serentak yang membutuhkan waktu satu tahun lebih. Dia mengungkapkan bahwa pengujian Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden itu didaftarkan Effendi pada 10 Januari 2013 dan baru diputus 23 Januari 2014. Sementara, saat menguji Undang-Undang nomor 4 tahun 2014 tentang Penetapan Perppu nomor 1 tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas UU Mahkamah Konstitusi, MK hanya membutuhkan waktu 37 hari. "Putusan Mahkamah Konstitusi No 1PUU-XII/2014 dan 2/PUU-XII/2014 dibacakan setelah 37 dan 50 hari sejak pendaftaran perkara, sedangkan Putusan PUU kami nomor 14/PUU-XI/2013 dibacakan setelah 1 tahun 13 hari (378 hari) sejak pendaftaran perkara," ungkap Effendi, dalam suratnya. Effendi juga memprotes dasar pertimbangan yang digunakan, yakni saat mengadili UU MK, mahkamah mempertimbangkan perlu segera memutus perkara karena terkait dengan agenda ketatanegaraan Tahun 2014, yaitu pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden. Namun, lanjutnya, dalam mengadili UU Pilpres yang diajukan Effendi, MK tak menggunakan pertimbangan serupa. Oleh karena itu, Effendi dalam suratnya mempertanyakan, apakah konstitusionalitas dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 kalah penting dibandingkan dengan potensi sengketa hasil pemilu yang akan ditangani oleh MK. Effendi mengharapkan respon secepatnya dari MK, jka sampai 14 hari tidak mendapatkan respon, maka dia mengancam akan melaporkan masalah ini ke Dewan Etik MK. djoko-antara