PERISTIWA – Poskota.co

Tag: PERISTIWA

ULAMA JAWA TIMUR DEKLARASI MENOLAK PAHAM RADIKALISME DAN TERORISME DI SITUBONDO

ULAMA JAWA TIMUR DEKLARASI MENOLAK PAHAM RADIKALISME DAN TERORISME DI SITUBONDO

NASIONAL, Peristiwa
POSKOTA.CO - Minggu 17 September 2017, ribuan ulama dari seluruh Jawa Timur berkumpul dalam Silaturahmi dan Halaqoh Ulama, Umaro dan Tokoh Masyarakat yang digelar di Pesantren Al-Munir, Besuki Situbondo, JawaTimur, mendeklarasikan pernyataan dan komitmen menolak radikalisme dan terorisme melalui Deklarasi Situbondo. Para ulama, ustaz, dai dan tokoh masyarakat menolak radikalisme dan terorisme. Pernyataan tersebut dituangkan melalui pernyataan sikap bersama berisi sumpah setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), antiradikalisme dan terorisme. "Paham radikalisme sudah meresahkan masyarakat, terutama kalangan agama. Kami menolak paham radikalisme dan terorisme yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” ujar Ketua Umum Rumah Kamnas Maksum Zubeir, yang menjad...
PELINDO II BERKOMITMEN TERUS KEMBANGKAN POTENSI PERUSAHAAN

PELINDO II BERKOMITMEN TERUS KEMBANGKAN POTENSI PERUSAHAAN

NASIONAL, Peristiwa
POSKOTA.CO - Tidak seperti pagi biasanya, Kantor Pusat PT Pelabuhan Indonesia (Indonesia Port Corporation/IPC) II (Persero), Rabu (26/7) pagi, kedatangan tamu-tamu penting. Setidaknya seratusan petinggi BUMN atau yang mewakili hadir dalam acara BUMN Marketeers Club. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) Saptono R Irianto mengatakan, banyak gagasan baru dan potensi yang bisa kita kembangkan dari pertemuan seperti ini. "Pelindo II selaku tuan rumah kali ini menyambut baik animo jajaran direksi BUMN untuk dapat hadir, dan sekaligus menyaksikan langsung improvement yang dilakukan Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok," katanya saat membuka acara yang bertemakan "New Commercial Platform IPC Towards World Class Port". ...

KPPU TELUSURI PENYALAHGUNAAN PEMAIN BESAR INDUSTRI BERAS

NASIONAL, Peristiwa
POSKOTA.CO - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPUU) akan meneliti lebih dalam terkait industri perberasan di Indonesia. Kecurangan dalam persaingan usaha dan rantai pasok yang terlalu panjang, ditengarai menjadi faktor mahalnya harga beras yang ada di pasaran. Ketua KPPU Syarkawi Ra'uf mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penelitian selama lima tahun terakhir. Dari hasil penelitian itu, memang ditemukan bahwa rantai pasok beras di Indonesia masih terlalu panjang. "Sejak lima tahun terakhir melakukan penelitian terhadap industri perberasan di Indonesia, temuan kita adalah satu, bahwa memang industri beras kita ini dicirikan oleh rantai distribusi yang panjang, jadi dari hulu sampai ke hilir itu lumayan panjang," kata Syarkawi Ra'uf di Kantor KPPU Jl Juanda Jakarta Pusat, Selas...
BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)